Dosen Wako University Tokyo Beber Canggihnya Sistem Peringatan Bencana Jepang di ITN Malang

Wakil Rektor I ITN Malang Dr Ir Kustamar MT bersama dosen Wako University Tokyo, Prof Dr Bambang Rudyanto MSc./Foto: Nurlayla Ratri MalangTIMES
Wakil Rektor I ITN Malang Dr Ir Kustamar MT bersama dosen Wako University Tokyo, Prof Dr Bambang Rudyanto MSc./Foto: Nurlayla Ratri MalangTIMES

MALANGTIMES - Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menghadirkan dosen Wako University Tokyo, Prof Dr Bambang Rudyanto MSc dalam kuliah tamu mengenai kebencanaan.

Dosen asli Malang itu pun membeber bahwa peringatan dini bencana bagi masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah Jepang.

Bahkan dalam satu menit sebelum terjadi gempa, warga telah mendapat pemberitahuan melalui pesan singkat di telepon genggam.

Bambang menguraikan, peringatan tersebut bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus meminimalkan jumlah korban bencana.

"Sebenarnya di Indonesia sudah ada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan hasil kerjanya bagus. Sayangnya belum terintegrasi," jelas alumni SMA Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Malang (sekarang SMAN 8 Kota Malang). 

Yang dia maksud terintegrasi yakni ada kebijakan pemerintah dan kerja sama dengan pihak swasta untuk mendistribusikan informasi secara cepat.

Terlebih saat ini telah berkembang Geographic Information System (GIS) dalam berbagai platform. Sehingga data-data kebencanaan dalam satu wilayah dapat diolah dengan cepat.

"Ada kerja sama dengan provider penyedia layanan telekomunikasi dan media. Sehingga setiap ada potensi bencana yang besar bisa di antisipasi semua pihak," ujar peraih gelar doktor bidang Science and Technology dari University of Tokyo itu. 

Bambang berharap, ke depan pemerintah dapat menjalankan fungsi strategisnya agar peringatan dini kebencanaan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Terlebih dengan luasnya wilayah Indonesia yang memiliki berbagai potensi bencana alam.

"Masalah bencana, kemajuan teknologi saat ini bisa meminimalkan korban. Bisa prediksi gempa, banjir, tsunami dan bisa mengevakuasi masyarakat lebih cepat. Tapi pemerintah harus hadir  dengan kebijakan yang tepat," paparnya. 

Sementara itu, Wakil Rektor I ITN Malang Dr Ir Kustamar MT mengungkapkan bahwa agenda kuliah tamu tersebut bukan kali pertama dilakukan. ITN secara rutin menghadirkan dosen universitas-universitas luar negeri yang terkemuka untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pengajar dan mahasiswa. "Tujuan utamanya tentu memperkaya wawasan dosen dan mahasiswa," ujar Kustamar.

Dia mencontohkan soal teknologi GIS yang juga terus dikembangkan di kampus tersebut. Saat ini, ITN bahkan terus berupaya menghadirkan inovasi sehingga teknologi GIS dapat diaplikasikan di berbagai sektor.

"ITN juga mempelajari GIS, bahkan saat ini mengembangkan citra 3D (tiga dimensi)," tuturnya. Bertempat di aula utama Kampus I ITN Malang di Jalan Sigura-gura, kuliah tamu tersebut diikuti sekitar seratus peserta dari unsur dosen dan mahasiswa. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top