Bupati Malang Rendra Kresna : Hadapi Bencana Demografi, Dual Track Strategy Patut Diaplikasikan

Jumlah usia produktif di Jatim 2019 akan mencapai 69 persen lebih. Efeknya satu sisi menjadi bonus, sisi lainnya menjadi bencana demografis. Hal ini perlu diantisipasi dengan strategi tepat. foto Bupati Malang bersama generasi pengisi pembangu (Nana/Malan
Jumlah usia produktif di Jatim 2019 akan mencapai 69 persen lebih. Efeknya satu sisi menjadi bonus, sisi lainnya menjadi bencana demografis. Hal ini perlu diantisipasi dengan strategi tepat. foto Bupati Malang bersama generasi pengisi pembangu (Nana/Malan

MALANGTIMES - Tantangan dalam berbagai dimensi kehidupan ke depan semakin kompleks. Dari sisi sumber daya manusia maupun alam, setiap tahunnya mengalami perubahan yang sangat cepat.

Dinamika tersebut apabila tidak disikapi, maka akan melahirkan kemunduran dan kehancuran, baik ekonomi, sosial budaya maupun keamanan dalam kehidupan masyarakat di suatu negara atau daerah.

Pun yang terjadi dengan adanya bonus demografi di Jawa Timur (Jatim), yaitu dengan tumbuhnya jumlah usia produktif di tahun 2019 nanti yang akan mencapai 69,59 persen.

Salah mengambil langkah, bonus demografi tersebut akan berbalik menjadi demographic catasthrope atau bencana demografi.

Pengangguran, kemiskinan, sumber daya manusia rendah dan akhirnya kriminalitas, akan menjadi efek dan tantangan berat apabila hal tersebut tidak diantisipasi sejak dini.

Tantangan tersebut memerlukan solusi yang terkonstruksi dalam kebijakan dan strategi dengan peta jalan (road map) yang memiliki prioritas dan fokus dengan kerangka waktu dan sumberdaya (resources) yang terstruktur.

"Kebijakan dual track strategy yang disampaikan Gubernur Jatim patut diaplikasikan dalam menghadapi tantangan ke depan yang akan semakin berat,"kata Dr H Rendra Kresna Bupati Malang, Kamis (12/10).

Dual track strategy yang merupakan perpaduan kebijakan yang dijalankan secara beriringan dan dicetuskan Gubernur Jatim dalam amanahnya di HUT ke-72 Jatim ini, bisa menjadi salah satu tindakan untuk menghadapi bencana demografi dan persaingan global yang tidak bisa lagi dibendung.

Strategi ini berupa  strategi  formal   dan  strategi non formal. Dua strategi ini tidak saja hanya untuk penempatan sumber daya manusia di  dunia kerja yang semakin kompetitif dan tajam.

"Tapi juga dalam upaya menciptakan wirausaha  yang mempunyai daya saing untuk  menguasai pasar dalam negeri maupun pasar global,"ujar Rendra.

Rendra juga menyatakan beberapa prioritas dan fokus dalam pengembangan sumber daya manusia  ini bertumpu pada strategi formal  yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK dengan menambah kualitas muatan kurikulum yang diampu oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Baik berupa rencana aksi berupa Fillial SMK-PTN, peningkatan kualitas  workshop SMK, pembentukan SMK Pembina (rujukan) sekolah swasta sebanyak 250 sekolah dengan target 1 SMK rujukan membina 5 SMK Swasta. Dengan strategi formal tersebut akan terdapat 1.250 SMK Binaan.

"Strategi formal ini tentunya relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Karena itu saya pikir patut diaplikasikan,"ujar Rendra.

Mengenai strategi kedua, yaitu strategi Non Formal. Strategi ini nantinya diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil  bersertifikat. Baik melalui  Pelatihan tenaga kerja terampil bersertifikat di 16 UPT Pelatihan Kerja dengan target 30.032 orang. Maupun di SMK Mini yang sejak tahun 2016 telah dibentuk dan diselenggarakan pelatihan sebanyak 264 Lembaga (terakreditasi A sebanyak 132 unit atau 50%, terakreditasi B 90  unit atau 34%, terakreditasi C 26 unit atau 10%  serta non akreditasi sebanyak 16 unit atau 6%)  dengan realisasi siswa sebanyak 47.520 orang. 

"Dengan konsep tersebut, tentunya kita yang berada di wilayah terluas kedua di Jatim ini, juga harus sudah menyiapkan strategi dan mengaplikasikannya. Guide-nya sudah tersampaikan oleh Gubernur," urai Rendra yang juga menyampaikan dual track strategi tersebut merupakan strategi dalam membangun SDM atau Human Development Based Economy yang didukung oleh penggunaan Sumberdaya Alam yang terkendali untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. 

Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top