Keamanan Tirta Kanjuruhan Terjaga, PDAM Siapkan Kelengkapan Lainnya

(Kiri ke kanan) Kepala Unit Usaha AMDK Tirta Kanjuruhan Khoerul Ansori dan Indra Pradana, bagian laboratorium PDAM Kabupaten Malang,setelah acara koordinasi dengan pihak Indomaret di Kepanjen, Kamis (12/10). (Nana)
(Kiri ke kanan) Kepala Unit Usaha AMDK Tirta Kanjuruhan Khoerul Ansori dan Indra Pradana, bagian laboratorium PDAM Kabupaten Malang,setelah acara koordinasi dengan pihak Indomaret di Kepanjen, Kamis (12/10). (Nana)

MALANGTIMES - Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Tirta Kanjuruhan hasil produksi PDAM Kabupaten Malang yang pemasarannya masih di kalangan internal kini mulai melakukan penjajakan ke luar.  

Melalui jaringan ritel Indomaret, AMDK Tirta Kanjuruhan akan mencoba untuk berhadapan secara langsung dengan jenis produk yang sama milik para pengusaha nasional dan internasional.

Sayangnya, dalam pertemuan yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Kepanjen yang memiliki domain mengembangkan produk lokal dengan indomaret, produk PDAM Kabupaten Malang masih belum lengkap secara prasyarat.

"Untuk produk kita memang masih belum memiliki barcode di kemasan. Juga belum ada kode produksinya,"kata Khoerul Ansori  kepala unit usaha AMDK Tirta Kanjuruhan PDAM Kabupaten Malang, Kamis (12/10) kepada MalangTIMES.

Belum adanya kelengkapan tersebut, menurut Khoerul karena produk pertama PDAM yang diperjualbelikan ini masih terhitung baru. Yaitu diresmikan akhir tahun 2016 dan beroperasi di sepanjang tahun 2017 ini.

"Tapi, untuk keamanan dan kualitas air sudah dijamin dan terjaga, mas,"ujarnya yang didampingi tim laboratorium AMDK Tirta Kanjuruhan.

Standar AMDK Tirta Kanjuruhan sudah SNI dan juga telah tersertifikasi BPOM. Begitu pula dengan adanya keabsahan dalam permasalahan kehalalan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Jadi secara umum tirta kanjuruhan sudah aman untuk diminum. Apalagi setiap bulan kita juga melakukan uji kualitas, mas," ucap Indra Pradana dari bagian laboratorium AMDK Tirta Kanjuruhan PDAM Kabupaten Malang.

Kekurangan kelengkapan yang diharapkan mampu dipenuhi dari Indomaret yang telah membuka pintu bagi pemasaran air minum produk Kabupaten Malang ini, menurut Khoerul akan segera ditindaklanjutinya.

"Kita siap untuk itu dan yakin bahwa produk AMDK kita bisa di pasarkan di jejaring Indomaret,"ujarnya.

Secara harga, masih menurut Khoerul, AMDK Tirta Kanjuruhan juga sangat kompetitif dan ramah di kantong masyarakat. Dari berbagai varian yang diproduksi, yaitu AMDK botol, galon dan cup yang setiap harinya bisa sekitar 1.000 unit ini dibanding AMDK lain memang terbilang harga ekonomis.

Untuk botol 600 ml dengan isi 20 dijual Rp 32 ribu, volume 330 ml isi 20 botol Rp 30 ribu. Sedangkan botol dengan kapasitas 1500 ml berisi 12 dihargai Rp. 6000.

"Sedangkan untuk galon kita jual 13 ribu yang isi ulangnya. Kalau baru 50 ribu,"terang Khoerul yang juga menerangkan harga yang bentuk cup perkarton dengan volume 240 ml isi 48 adalah Rp 18.500." Yang 120 ml fan berisi 40 cup seharga Rp 16.000,"lanjutnya.

Menurut Indra Pradana dari bagian Laboratorium AMDK Tirta Kanjuruhan, kelebihan lain produk PDAM ini adalah Total zat padat terlarut (Total Dissolved Solids, sering disingkat dengan TDS, red) nya rendah. 

Artinya, air dengan TDS rendah merupakan air yang layak untuk dikonsumsi dan telah bebas dari segala unsur yang membahayakan manusia.

"Selain itu tirta kanjuruhan juga ada extra oxygen-nya. Ini membuktikan bahwa air produksi kami layak konsumsi," pungkas Indra yang juga yakin tirta kanjuruhan bisa bersaing dengan produk AMDK lainnya yang duluan berada di pasaran. (*)

Pewarta : Dede Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top