Ini Catatan Indomaret agar Produk Lokal Unggulan Bisa Dipasarkan di Jaringan Ritelnya

(Kiri ke kanan) Manajer Merchandise Indomaret Kresna Atmadja dan Manajer Marketing Indomaret Ginanjar Ismu setelah acara pertemuan kerja sama pemasaran produk lokal Kabupaten Malang di RM Bojona Puri, Kepanjen, Kamis (12/10). (Nana)
(Kiri ke kanan) Manajer Merchandise Indomaret Kresna Atmadja dan Manajer Marketing Indomaret Ginanjar Ismu setelah acara pertemuan kerja sama pemasaran produk lokal Kabupaten Malang di RM Bojona Puri, Kepanjen, Kamis (12/10). (Nana)

MALANGTIMES - Beberapa catatan dari pihak Indomaret selaku ritel yang akan menjual produk lokal unggulan Kabupaten Malang cukup menarik untuk disimak dan ditindaklanjuti. Baik mengenai standar keamanan, kemasan (packaging), maupun harga dari beberapa produk yang akan diajukan Pemerintahan Kabupaten Malang di Indomaret.

Menurut Kresna Atmadja (28), manajer merchandise Indomaret, perilaku pembeli di ritelnya adalah masyarakat yang membutuhkan produk keseharian. Konsep pembelian repetitif atau berulang-ulang adalah sasaran dari produk yang dijual di Indomaret.

"Jadi kebanyakan produk itu. Bukan produk premium dengan harga di atas 50 ribu rupiah ke atas. Pembeli kita rata-rata mengeluarkan uang Rp 30-50 ribu," kata Kresna kepada MalangTIMES setelah acara selesai, Kamis (12/10) di rumah makan Bojana Puri, Kepanjen.

Pernyataan Kresna ini dalam upaya untuk menyinkronisasikan produk kopi, air minum dalam kemasan (AMDK) maupun gula pasir asli Kabupaten Malang yang akan di pasarkan di Indomaret. Dengan perilaku pembeli dan konsep penjualan yang diterapkan oleh Indomaret.

Diproduk AMDK dari PDAM Kabupaten Malang, beberapa catatan yang disampaikan Kresna adalah mengenai kepastian standar keamanan air minum Tirta Kanjuruhan. Hal ini berhubungan dengan kompetiter AMDK nasional di Indomaret. 

"Produk AMDK sangat kompetitif, maka standar keamanan air minum menjadi point penting. Tentunya selain faktor harga. Makanya untuk produk ini cukup sedikit di pasarkan di kami," urai Kresna yang didampingi  Manajer Marketing Ginanjar Ismu.

Untuk hal tersebut. pihak Indomaret meminta kepastian dari PDAM mengenai standar keamanan dan kualitas AMDK Tirta Kanjuruhan. "Harga pun kalau bisa tidak terlalu tinggi dibanding dengan kompetiter nasional yang ada," ujarnya.

Di produk kopi Malang Selatan, pihak Indomaret meminta adanya satu brand atau merek yang akan dipasarkan. Tentunya dengan taste rasa yang terjaga, harga yang disesuaikan dengan perilaku pembeli, serta kemasan yang bersifat ekonomis.

"Maka, petani kopi bisa bersatu dalam soal ini dan menyepakati adanya satu produk atau merek dengan kemasan ekonomis (sachet) yang akan dipasarkan di Indomaret," ungkap Kresna yang juga mengatakan untuk produk gula pasir Kebon Agung, pihaknya akan memfollow-up terkait masalah distribusi yang selama ini di Surabaya.

Beberapa catatan tersebut dalam upaya agar tidak terjadi adanya kerugian bagi para petani kopi maupun para pihak pemilik produk yang akan dipasarkan Indomaret.

Konsep kerja sama saling menguntungkan, terutama dalam proses pemberdayaan ekonomi lokal yang bergiat dalam industri produk lokal, menjadi goal yang diharapkan Indomaret. Pihaknya, tidak berharap bahwa produk lokal hanya laku satu kali atau bahkan tidak terjual sama sekali. 

"Ini tentunya akan membuat rugi petani dan UMKM yang mengolah produk tersebut,"ujar Kresna yang menegaskan pihaknya sangat terbuka bagi produk-produk lokal hasil UMKM yang dipasarkannya.

Di sisi kelengkapan sertifikat produk pun, perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti. Hal ini dikarenakan produk lokal akan bersaing langsung dengan produk nasional yang telah lengkap secara administrasinya.

Sertifikat ini, misalnya mengenai kehalalan produk, Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) serta perijinan lainnya yang disyaratkan oleh regulasi yang ada. 

"Semua ini wajib terlengkapi. Dan saya pikir untuk hal tersebut bisa difasilitasi oleh dinas terkait,"ucap Kresna.

Kehadiran Indomaret dalam memperluas jaringan pemasaran produk lokal ini, kata Ginanjar Ismu sebagai bentuk kepeduliannya dalam merangkul masyarakat untuk lebih dekat serta mendekatkan manfaat ritel nasional ini.

Melalui pembinaan UMKM dan memasarkan produknya di Indomaret, pihaknya berharap agar produk lokal mampu bersaing dengan produk nasional. "Sehingga akan tercipta peningkatan kesejahteraan dalam masyarakat. Apalagi pasar bebas sudah berjalan, persaingan pasar akan semakin sengit,"ucap  Manager Marketing Indomaret ini.

Pelibatan inilah yang diharapkan produk UMKM menjadi kuat dan tetap jadi raja di wilayahnya.

 Selain hal tersebut, Indomaret juga menangkap adanya keresahan dari penggiat UMKM atas massifnya para selebritis yang terjun juga dalam kontestasi dunia usaha di daerah.

"Beberapa kondisi tersebut dan dilandasi konsep kami, kami berada di sini. Sebagai jembatan bagi produk lokal agar bisa fight dan menang dalam persaingan dengan produk lainnya,"ujar Ginanjar yang juga menegaskan bahwa keberadaan mereka bukan untuk menghabisi produk lokal. "Tapi menguatkan dalam persaingan yang semakin terbuka ini," pungkasnya. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top