Produk Lokal Unggulan Kabupaten Malang Siap Masuk Indomaret

Untuk memperluas jaringan pemasaran produk lokal unggulan di Indomaret, seluruh pemangku kepentingan adakan pertemuan di RM Bojona Puri, Kamis (12/10). Pihak Indomaret diwakili Kresna Atmadja, manajer merchandise Indomaret. (dua dari kanan). (Nana)
Untuk memperluas jaringan pemasaran produk lokal unggulan di Indomaret, seluruh pemangku kepentingan adakan pertemuan di RM Bojona Puri, Kamis (12/10). Pihak Indomaret diwakili Kresna Atmadja, manajer merchandise Indomaret. (dua dari kanan). (Nana)

MALANGTIMES - Ragam produk  Kabupaten Malang, baik dari hasil olah pertanian seperti kopi, gula dari perkebunan tebu rakyat, maupun yang berasal dari sumber daya alam seperti melimpahnya sumber air bersih, terbilang kaya.

Topografi Kabupaten Malang yang mendukung tumbuh suburnya hasil pertanian yang diolah menjadi produk makanan dan minuman tersebut kini siap untuk diperluas jaringan pemasarannya lewat retail nasional Indomaret.

Berbagai pertemuan pun di gelar oleh kedua belah pihak dalam upaya memperluas jaringan pemasaran yang berkonsep saling menguntungkan. Baik kepentingan dari hulu sampai hilirnya.

Petani kopi di wilayah Malang Selatan, perusahaan gula (PG) Kebon Agung dan PDAM Kabupaten Malang yang memiliki produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Kanjuruhan diinisiasi oleh Bappeda, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan serta media online berjejaring terbesar di Indonesia: MalangTIMES.

Bertemu langsung dengan perwakilan Indomaret dalam upaya memperluas jaringan pemasaran berbagai produk lokal unggulan Kabupaten Malang, Kamis (12/10) di Rumah Makan Bojana Puri, Kepanjen.

Setiap perwakilan dari produk lokal unggulan melakukan presentasi di hadapan pihak Indomaret sambil membawa produk contohnya. Misalnya Khoerul Ansori, kepala unit usaha AMDK Tirta Kanjuruhan PDAM Kabupaten Malang.

Khoerul menerangkan, proses produksi AMDK PDAM, baik dari sisi kuantitas produksi, standar keamanan serta harga jual produknya. "Sebagai produk lokal terbilang baru, kami cukup siap untuk berhadapan dengan produk nasional yang sama. Yang diperlukan adalah perluasan pemasarannya. Jadi, kami tentunya berharap produk Tirta Kanjuruhan bisa juga dipasarkan di Indomaret,"kata Khoerul, Kamis (12/10) kepada MalangTIMES.

Pun dengan Suyadi, ketua Asosiasi Petani Kopi Malang. yang membawa beberapa produknya. Dia menyampaikan, kopi di Malang Selatan sebagai komoditas ekspor perlu juga untuk diperkenalkan secara masif dalam daerah. "Jaringan Indomaret sangat banyak di Malang. Jadi melalui pertemuan lanjutan ini, kami coba kembali jajagi pola kerja sama pemasaran kopi di Indomaret," katanya.

Di kesempatan yang sama, pihak Indomaret memberikan apresiasi terhadap seluruh produk lokal unggulan tersebut. Walaupun dalam pertemuan tersebut belum menemukan titik kesepakatan bersama dikarenakan ada beberapa hal yang perlu adanya tindak lanjut secara teknisnya.

"Tapi, secara umum produk ini layak untuk dipasarkan. Tentunya dengan beberapa catatan yang disesuaikan dengan konsep Indomaret," ucap Kresna Atmadja (28).

Beberapa catatan yang disampaikan Kresna lebih pada hal-hal teknis produk. Misalnya untuk produk kopi Malang Selatan yang memiliki begitu banyak merek maupun dalam kemasan (packaging). "Kita sarankan ada satu merek saja dari produk kopi unggulan Kabupaten Malang yang dipasarkan di Indomaret,"ujarnya. Apabila terlalu banyak merek, maka juga akan membuat masyarakat pembeli juga kebingungan. "Sisi lainnya satu dengan lain produk lokal ini malah saling memakan. Padahal mereka juga akan bersaing dengan produk kopi nasional yang kita jual," lanjut Kresna.

Di bagian kemasan juga menjadi hal terpenting bagi pembeli Indomaret yang kebanyakan mengeluarkan uangnya untuk membeli produk rata-rata 30-100 ribu rupiah. "Apabila kemasannya premium dan tentunya harga produk diatas 50 ribu rupiah, pembeli Indomaret tidak akan tertarik. Karena konsepnya Indomaret bukan jualan oleh-oleh atau sekali beli sudah, tapi pembeli repetitif,"terang Kresna yang mencontohkan produk kopi lokal bali yang dikemas berupa amplop dengan isi beberapa sachet kopi di dalamnya.

Beberapa masukan dari pihak Indomaret yang secara substansi siap untuk membantu produk lokal dalam pemasarannya dan merupakan komitmen ritel terbesar nasional dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan, nantinya akan kembali dibahas di lini produk yang akan di pasarkan tersebut.

"Jadi kita tunggu perkembangannya. Kita sangat welcome untuk memasarkan produk lokal unggulan. Karena ini juga komitmen kami," pungkas Kresna. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top