Perjuangan Hidup Mati Kampus Swasta di Malang (5)

Universitas Muhammadiyah Malang Pakai Cara 'Milenial' Jaring Mahasiswa, Apa Itu?

Suasana belajar mahasiswa di kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Suasana belajar mahasiswa di kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menyebut perguruan tinggi swasta terbesar di Malang, pandangan masyarakat mengarah pada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Secara peringkat nasional, perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah itu berada di peringkat ke-39 di jajaran top 100 perguruan tinggi terbaik di Indonesia tahun 2017 versi Kementerian Riset dan Teknologi, Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Artinya, UMM berada di paling atas peringkat kampus swasta terbaik di Malang. 

Berdasarkan data yang diperoleh MALANGTIMES, jumlah mahasiswa UMM di tahun 2017 ini mencapai 34.000 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa program diploma, strata 1, strata 2, dan program doktor. Ukuran kampus swasta jumlah mahasiswa ini tentu tergolong besar.

Tidak hanya berasal dari Indonesia, mahasiswa UMM juga berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Timor Leste, Australia serta beberapa negara Timur Tengah. 

Khusus untuk mahasiswa luar negeri sebagian diantaranya mengambil program reguler dan sebagian yang lain mengikuti program Australian Consortium for In Country Indonesian Studies (ACICIS), Bahasa Inggris untuk Penutur Asing (BIPA) dan Darmasiswa.

Kepala Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum, MEd menjelaskan meski ada pembatasan jumlah kuota mahasiswa nyatanya minat studi di UMM tetap besar. Hal ini dikarenakan strategi menjaring mahasiswa tak lagi seperti dulu. 

Sosial media dan promosi ke televisi nasional menjadi cara anyar Kampus Putih menggaet mahasiswa baru.

Strategi ini dipiih lantaran perkembangan zaman yang kian hari dekat dengan teknologi. Oleh sebab itu, cara konvensional seperti publikasi lewat media cetak mulai diatur. 

"Kalau dulu cara konvensional sekarang untuk pengenalan kampus UMM kepada adik-adik calon mahasiswa menggunakan media sosial dan kita mulai masukkan profil kampus di televisi nasional," jelas Rina pada MALANGTIMES, Kamis (12/10/2017).

UMM miliki akun resmi Instagram yakni @ummcampus. Akun Instagram ini memiliki jumlah pengikut lebih dari 20 ribu followers. Media sosial, kata Rina, menjadi langkah ampuh mengenalkan UMM kepada generasi muda masa kini.

Selain itu, rupanya UMM menyasar kelas menengah atas. Pengenalan kampus dilakukan dengan promosi ke sebuah majalah yang menyasar segmen menengah atas.

Rina tak menyebut pasti nama majalah yang dimaksud. "Ada juga kita masukkan ke majalah segmentasi menengah atas," kata dia.

Ditanya siapa saja alumni UMM yang menjabat sebagai orang penting di negeri ini, Rina menyebut nama Bupati Bojonegoro Suyoto.

Pria yang akrab disapa Kang Yoto ini meraih gelar Doktor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Bupati Bojonegoro Suyoto saat promosi gelar doktor di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (foto: pwmu.co)

Lebih lanjut, nama harum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tentu lantaran dua rektor menduduki jabatan sebagai menteri.

Rektor UMM periode 1983-200 Abdul Malik Fadjar ditunjuk menjadi Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan 1998-1999 dan Menteri Pendidikan Nasional Kabinet Gotong Royong 2001-2004.

Kini giliran Muhadjir Effendy, rektor UMM periode 2000-2016 yang ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Joko Widodo.

Masih seputar bahasan kampus-kampus swasta di Kota Malang, ternyata kami menemukan bahwa ada tren kenaikan jumlah mahasiswa di beberapa kampus.

Strategi demi strategi kampus swasta bertahan di tengah pamor perguruan tinggi negeri akan terus kami bahas pada bagian selanjutnya hanya di MALANGTIMES. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top