Wali Kota Malang Digugat (6)

Sekda Kota Malang Sebut Hanya Jalankan Amanat

Suasana pelantikan Wasto sebagai Sekretaris Daerah Kota Malang, 4 Agustus 2017 lalu (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Suasana pelantikan Wasto sebagai Sekretaris Daerah Kota Malang, 4 Agustus 2017 lalu (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus gugatan hukum terhadap Wali Kota Malang Moch Anton dari dua pejabat terasnya mau tak mau bakal melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto. Sebab yang menjadi objek gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) adalah Surat Keputusan (SK) pengangkatan Wasto. 

Ditemui di Balai Kota Malang, Wasto menyatakan tidak mengetahui perihal gugatan tersebut. Meski menduduki posisi tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di daerah, dia mengaku tidak mendapatkan surat tembusan dari PTUN. "Saya nggak tahu, bisa ditanyakan ke bagian hukum. Jangan saya yang komentar," ujar Wasto. 

Mantan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang itu juga tidak mengetahui apakah nantinya akan dilibatkan dalam proses persidangan. "Belum tahu, saya memilih (bersikap) pasif," tegasnya. 

Mengenai proses penunjukan dirinya sebagai sekda, Wasto mengaku hanya mengikuti proses seperti ketentuan. Berdasarkan catatan MalangTIMES, Pemkot Malang melaksanakan dua gelombang seleksi lelang jabatan sekda. Lelang gelombang pertama berakhir pada 6 Juli lalu. 

Namun, saat itu hanya dua orang saja yang mendaftar di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang. Dua orang itu adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono dan Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Kota Malang Mulyono. Keduanya juga yang mengajukan gugatan pada PTUN soal hasil akhir penetapan sekda. 

Pada gelombang kedua seleksi, nama Jarot dan Mulyono kembali masuk dalam daftar calon beserta empat pejabat lain. Yakni Wasto yang saat itu menjabat kepala Barenlitbang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Malang Abdul Malik, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tri Widyani Pangestuti, dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Malang Supranoto. 

Namun saat ditanya mengenai mekanisme seleksi dalam penentuan jabatan itu, Wasto hanya menjawab tidak tahu. "Kalau untuk mekanisme seleksi yang lalu, tanya saja ke BKD. Yang jelas saya menjalankan amanat saja," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Malang Moch Anton mendapat gugatan Jarot Edy Sulistyono dan Mulyono. Saat ini gugatan itu ditangani Pengadilan Tata Usaha negara (PTUN). Yang digugat adalah Surat Keputusan (SK) Wali Kota Malang Nomor 821.2/200/36.73.403/2017 tentang Pengangkatan Sekretaris Daerah Kota Malang atas nama Drs Wasto, SH MH. Gugatan dengan nomor perkara 115/6/2017/PTUN.SBY itu telah diproses dalam sidang pertama, Selasa (10/10/2017) lalu. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top