Transaksi Seks Via Medsos di Malang (5)

Demi Hidupi Anak, Janda Muda Ini Pilih Jadi Penjaja Seks

Ilustrasi (foto : Tabloid Jubi)
Ilustrasi (foto : Tabloid Jubi)

MALANGTIMES- Setelah berhasil menelusuri transaksi seks komersial melalui  aplikasi We Chat, MalangTIMES mendapatkan sebuah fakta dan alasan banyak kalangan muda, bahkan mereka yang sudah berumah tangga menjadi pelayan nafsu birahi pria hidung belang.

Sudah seperti menjadi alasan klasik, alasan yang mereka utarakan adalah  alasan ekonomi. Alasan itu pulalah yang membuat seorang penjaja seks, IN rela menjadi pemuas nafsu pria hidung belang hanya untuk menghidupi sang anak yang masih sekolah. 

IN wanita cantik rupawan yang mengaku bertempat tinggal di belakang kawasan Pabrik Gula Kebonagung ini mengaku memang terpaksa menjadi penjaja seks komersial sejak bercerai dengan sang suami sekitar satu tahun yang lalu. 

Karena terdesak akan kebutuhan anak, ia pun rela mencari uang dengan cara pintas menjual kemolekan tubuhnya untuk dinikmati pria hidung belang. 

"Ya hampir satu tahun kalau nggak salah saya cerai. Makanya ekonomi jadi sulit, Apalagi anak saya satu di rumah, kalau nggak kerja mau dikasih makan apa mas," tandasnya.

Lanjutnya, dengan ijazah yang hanya SMA yang ia miliki, ia sendiri pesimis untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang gajinya cukup lumayan. Selama ini, ia juga sudah sering kali melamar pekerjaan, namun lagi-lagi, gaji yang ia dapat tak sebanding dengan biaya kebutuhan hidup.

"Kalau kerja pakai ijazah SMA paling ya hanya jadi pegawai toko mas, gajinya juga nggak seberapa, nggak cukup buat makan saja, apalagi kebutuhan anak saya juga sekolah, ya terpaksa jadi gini," tuturnya di dalam kamar sebuah penginapan kepada MalangTIMES.

"Kalau kerja gini, sehari ya lumayan mas buat hari-harinya, ada sisalah lumayan," imbuh IN
Sementara itu, ia juga bercerita, bahwa saat ini sang anak juga masih bersekolah di salah satu sekolah di kawasan Kebonagung, namun tak menyebut saat itu anaknya tengah menempuh jenjang SD atau TK.

Saat dirinya tengah keluar malam pun sang anak hanya mengerti pekerjaan sang ibu adalah pelayan kafe di Kota Malang.

"Anak saya masih sekolah di sekitaran Kebonagung pokoknya, saya keluar malam pamitnya ya kerja di kafe, anak saya nggak tahu mas, kalau tahu gini mungkin ya sedih," ungkapnya kepada MalangTIMES.

Lanjutnya, sebenarnya saat masih menjalani biduk rumah tangga, ia juga masih mengalami kesulitan secara finansial. Pasalnya sang suami tak sepenuhnya memberikan nafkah ekonomi dan malah terkesan acuh dari tanggung jawabnya sebagai seorang suami, hingga membuatnya memilih jalan berpisah.

"Untuk sampai kapan begini terus ya nggak tahu mas, menunggu dapat suami kaya mungkin," ujarnya singkat sembari tertawa.

Setelah bercerita singkat seputar kehidupannya IN tidak mau bercerita lebih jauh  lagi. Pada saat berada di sebuah kamar ruangan penginapan di kawasan Kotalama yang tak terlihat sebagai penginapan bersama MalangTIMES, IN hanya meminta untuk cepat menyelesaikan tugasnya, dengan alasan untuk segera pulang, entah saat itu mendapat job melayani tamu atau tidak, sehingga MalangTIMES saat itu, terpaksa menyudahi penggalian informasi darinya.

Pembaca MalangTIMES, masih ada lagi hasil dari penelusuran tentang tawar menawar seks lewat media sosial lainnya hanya di MalangTIMES.com.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top