Siap Dilaunching, Biaya Jembatan Kaca Kampung Warna Warni Bengkak Dua Kali Lipat

Vice President PT Indana Paint Steven A. Sugiarto tengah melakukan pengecekan final jembatan kaca sebelum dilaunching pekan depan (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Vice President PT Indana Paint Steven A. Sugiarto tengah melakukan pengecekan final jembatan kaca sebelum dilaunching pekan depan (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembangunan jembatan kaca yang menghubungkan Kampung Warna Warni dengan Kampung Tridi di bantaran Kali Brantas, Kota Malang, telah tuntas. Pembangunan jembatan yang mendapat support anggaran dari PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana) dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) itu menelan dana hingga Rp 1,2 miliar. 

Siang tadi (6/10/2017) pihak PT Indana bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pengecekan final sebelum peresmian. "Rencananya launching Senin (9/10/2017) mendatang dan diresmikan langsung oleh Kementerian PUPR," ujar Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto.

Vice President PT Indana Paint Steven A. Sugiarto yang juga hadir di lokasi mengungkapkan bahwa jembatan sudah siap dilintasi oleh para wisatawan yang ingin menikmati keindahan dua kampung tematik di bantaran Sungai Brantas itu. Meski demikian, Steven mengaku jumlah anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan jembatan yang meniru konsep dari Kota Zhanjiaje, Tiongkok, itu membengkak dari perhitungan awal. 

"Awalnya diperkirakan habis Rp 600 juta, tetapi hingga jadi ini totalnya habis Rp 1,2 miliar. Beberapa item disesuaikan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan wisatawan," ujar Steven. Item-item tersebut di antaranya penambahan lapisan kaca yang digunakan. Awalnya hanya dua lapis, saat ini dibuat tiga lapis dengan tambahan ketebalan material kaca.

"Kacanya ini kami datangkan dari Jepang, dan memang khusus yang bisa menahan berat tubuh orang yang melintas," tambahnya.  
Item lain yang diubah, yakni desain dan material yang digunakan untuk tangga jembatan. Sebelumnya direncanakan hanya memakai material baja, tetapi saat ini dikombinasikan dengan beton dan dibuat berundak. "Ini tentu lebih nyaman dan kuat. Kalau berundak seperti ini, pengunjung juga tidak capek," ujarnya. 

Dari pantauan MalangTIMES, jembatan yang tamppak kokoh tersebut sepintas layaknya jembatan lain. Tetapi di tengah-tengah lintasan jembatan terdapat material kaca yang tembus pandang. Sehingga menampakkan pemandangan di bawahnya, termasuk aliran deras Sungai Brantas.

Bagian samping kiri dan kanan jembatan juga terbuat dari kaca dan besi-besi pelindung setinggi pinggang orang dewasa. 

Dari tengah jembatan, pengunjung bisa mengambil foto dengan latar lanskap Kampung Warna Warni maupun Kampung Tridi. Pemkot mengupayakan pembangunan tersebut agar keamanan wisatawan lebih terjamin. Sebab untuk mendapatkan foto lanskap, beberapa wisatawan nekad naik ke lintasan rel kereta api, tak jauh dari lokasi jembatan yang tentu membahayakan. 

Meski pengerjaan sudah selesai, wisatawan masih dilarang untuk melintasi. Para pekerja juga masih melakukan finishing berupa pengecatan dan membersihkan lintasan kaca.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top