Rancang Pendidikan Berbasis IT, Disdik Kabupaten Malang Targetkan Berjalan Tahun 2018

Kadisdik Kabupaten Malang M Hidayat berharap pendidikan berbasis aplikasi teknologi bisa diaplikasikan di tahun 2018 sebagai terobosan dalam meningkatkan mutu pendidikan yang kini sedang jeblok, Jumat (06/10) (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Kadisdik Kabupaten Malang M Hidayat berharap pendidikan berbasis aplikasi teknologi bisa diaplikasikan di tahun 2018 sebagai terobosan dalam meningkatkan mutu pendidikan yang kini sedang jeblok, Jumat (06/10) (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES – Dunia teknologi yang semakin canggih akan menjadi alat untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan apabila dikemas dengan benar. 

Selain mampu memberikan warna pengetahuan yang lebih beragam, penggunaan teknologi juga akan  mampu menampilkan pola pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi para siswa. 

Dengan konteks tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang merancang pola pendidikan berbasis teknologi informasi (IT) yang rencananya akan diterapkan di tahun 2018 nanti.

Pendidikan berbasis IT yang sudah disampaikan oleh disdik kepada seluruh kepala sekolah di Kabupaten Malang ini, diproyeksikan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang beberapa tahun ini jeblok di mata Jawa Timur (Jatim). 

"Ini bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Kita sedang merancangnya, semoga bisa diaplikasikan tahun depan," kata Kepala Disdik Kabupaten Malang M Hidayat, Jumat (06/10). 

Pendidikan berbasis IT yang kini terus digodok Disdik Kabupaten Malang, bisa didayagunakan dalam proses pembelajaran tambahan bagi siswa sekolah. Baik, pada saat ada penambahan waktu pelajaran dan materi maupun untuk keperluan belajar dalam menghadapi ujian.

"Teknologi sekarang memang menjadi kebutuhan. Bahkan anak sekolah pun sudah tidak asing dengannya. Karena itu pendidikan berbasis IT akan bisa diaplikasikan di sini," ujar Hidayat kepada MalangTIMES.

Selain untuk mempermudah proses penambahan menu materi pelajaran melalui teknologi IT, pola ini juga bisa menjadi alat untuk meminimalisir anak sekolah mengakses game secara terus menerus di handphonenya. 

“Jadi siswa tidak hanya mengenal game saja di androidnya. Tapi juga bisa mengikuti pelajaran atau mengulang mata pelajaran di sekolah melalui pola IT ini,” kata Hidayat.

Dia juga menyampaikan, bahwa untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya dituntut untuk menjalin kerjasama dengan pihak lain dalam penyediaan aplikasi yang tepat dan sesuai dengan kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Malang.

Hal ini didasari agar aplikasi dalam pembelajaran melalui IT bisa dengan mudah dan cepat dimengerti oleh semua siswa sekolah, baik SD hingga SMP yang akan jadi subjek dari pola tersebut.

“Jadi aplikasi itu sifatnya sederhana dan mudah untuk diakses siswa. Tapi mampu memberikan hal baru dan menyenangkan dalam prosesnya," ujar Hidayat yang benar-benar berharap hal ini bisa diaplikasikan di tahun depan. 

"Walaupun tentunya secara bertahap karena luasnya wilayah di Kabupaten Malang," pungkas Hidayat.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top