Nikmatnya Rujak Cingur Kelenteng yang Legendaris Itu di Kota Malang

Bu Sumiati, putri pertama, yang meneruskan warung rujak cingur Kelenteng Eng An Kiong. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)
Bu Sumiati, putri pertama, yang meneruskan warung rujak cingur Kelenteng Eng An Kiong. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Siapa pun mungkin sudah pernah makan rujak cingur. Makanan khas Jawa Timur sudah populer di seluruh penjuru Nusantara.

Namun, jika menikmati rujak cingur yang satu iini, rasanya beda. Ya di Kota Malang. Jawa Timur, ada salah satu warung rujak cingur yang cukup melegenda. Masyarakat Kota Malang lebih mengenalnya dengan sebutan rujak kelenteng.

Meski namanya rujak kelenteng, sejarah mencatat kuliner legendaris ini beredar untuk kali pertama di kawasan Pecinan Kota Malang. Penjual pertama bernama Ibu Asmani. Dari tangannyalah racikan rujak cingur istimewa itu terlahir.

"Dulu, mulai tahun 1970-an di Pecinan. Waktu itu ibu jualannya masih disunggi, lalu jalan keliling Pecinan. Siaya yang bawa keranjang isi bahan-bahan lainnya," kenang putri pertama Ibu Asmani yang meneruskan usaha ibunya, Sumiati.

Menginjak tahun 80-an barulah Bu Asmani menempati kantin Kelenteng Eng An Kiong. Tepatnya di kantin dekat parkiran dalam area kelenteng. Meski sudah berpindah tempat dan sudah berganti generasi, rujak kelenteng tetap mempertahankan resep dan cita rasa khasnya. 

Caption: Rujak kelenteng disajikan di atas daun pisang dengan porsi yang pas. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)Rujak kelenteng disajikan di atas daun pisang dengan porsi yang pas. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

Petis yang digunakan sebagai salah satu bahan baku merupakan petis buatan sendiri. Petisnya pun beragam. Mulai dari petis udang, petis ikan dan petis Madura. Bahan baku membuat petis pun merupakan bahan baku pilihan sehingga memiliki rasa yang lebih mantap dibandingkan yang dijual di pasaran.

Rujak kelenteng isinya sama dengan yang lain. Yakni menggunakan rebusan kangkung, kikil, tahu, tempe, lontong, nanas, timun dan bengkoang. Anda bisa pesan tingkat kepedasan karena Bu Sumiati akan dengan senang hati meracikkan bumbu yang diulek dengan tangannya sendiri.

Untuk menambah sedapnya bumbu rujak, Bu Sumiati menambahkan serutan pisang kluthuk sebelum dihaluskan. Dia memberikan takaran dan cara mengolah sesuai dengan yang diajarkan ibunya dulu. "Resep masih asli warisan ibu. Cara mengolahnya juga masih sama dengan ibu," ungkapnya.

Dalam sehari, Bu Sumiati bisa 'mengulek' bumbu rujak hingga 150 porsi. Harga untuk seporsi rujak ini pun cukup bersahabat di kantong, yakni hanya Rp 20 ribu. Rujak yang tersedia tidak hanya rujak cingur Jawa Timuran, tapi juga ada rujak Madura dan rujak vegetarian.

Selama 47 tahun berdiri, rujak kelenteng telah menjadi langganan orang-orang ternama. Bahkan pejabat Pemerintahan Kota Malang kerap 'andok' di sini. Ada juga artis-artis ibu kota yang datang untuk mampir seperti Caca Frederika dan Bondan Winarno.

Penasaran seperti apa rasanya? Yuk, icip-icip. (*)

Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top