November, Smart City Kabupaten Malang Siap Diwujudkan, Bupati Rendra Kresna Berharap ASN Lebih Smart dan Tech-Oriented

Bupati Malang Rendra Kresna (kanan) saat uji coba Command Center di lantai 9 Setda Kabupaten Malang Kepanjen, beberapa bulan lalu. Melalui Command Center ini, konsep smart city diejawantahkan di bumi Arema, November yang akan datang. (Dok. Nana)
Bupati Malang Rendra Kresna (kanan) saat uji coba Command Center di lantai 9 Setda Kabupaten Malang Kepanjen, beberapa bulan lalu. Melalui Command Center ini, konsep smart city diejawantahkan di bumi Arema, November yang akan datang. (Dok. Nana)

MALANGTIMES - Pencanangan Smart City Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang semakin nyata di depan mata. Melalui pembangunan Command Center yang akan di-launching November bulan depan, langkah ejawantah dari smart city yang telah berjalan berapa tahun lalu akan terwujud.

Peralatan teknologi canggih yang siap menempati ruangan di lantai 9 Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, yaitu berupa layar jumbo 9 unit  serta beberapa perangkat digital lainnya akan menjadi medium untuk menyempurnakan pelayanan publik keluar. Juga mempermudah pelayanan kedalam yakni manajemen pengambilan keputusan cepat. 

Tentunya, Command Center akan semakin efektif apabila user atau penikmat guna layanan digital ini juga telah terintegrasi internet. Khususnya bagi organisasi pemerintahan daerah (OPD) yang dituntut untuk lebih cerdas dan berorientasi teknologi dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

"Seluruhnya, ASN nanti didorong agar terbentuk karakter itu. Kan percuma kalau teknologinya canggih tapi pemakainya tidak bisa memakai," kata Bupati Malang Dr H Rendra Kresna yang pernah menjajal Command Center beberapa bulan lalu untuk berkomunikasi dengan seluruh jajarannya ini.

Harapan atas seluruh jajarannya yang nanti menjadi user dari adanya Command Center, yaitu smart and tech-oriented tersebut, didasarkan pada kebutuhan zaman saat ini. Teknologi yang semakin canggih dan diorientasikan sebagai alat untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat, tidak lagi bisa ditawar dan ditunda-tunda.

"Siapa yang memegang teknologi, dialah pemenangnya di zaman sekarang ini. Dan saat teknologi diintegrasikan untuk kepentingan masyarakat, saya yakin akan semakin efektif dan efisien," ujar Rendra.

Lewat Command Center ini, nantinya masyarakat bisa mengakses berbagai hal. Miisalnya bidang transportasi, kesehatan, pendidikan, energi, e-governement, dan lalu lintas, e-payment.

Walaupun, tentunya hal tersebut akan dilakukan secara bertahap. Fokus jangka pendek adalah membentuk perangkat daerah yang familiar dan cerdas dalam masalah teknologi. "Ini memang yang jadi orientasi pendeknya. Selain tentunya di beberapa lokus pariwisata dan desa-desa kita kuatkan jaringannya," terang Rendra yang akan menggandeng pihak swasta dalam penyediaan jalur fiber optic dan bandwidth internet. 

Sampai saat ini, sesuai dengan uji coba di Command Center, pelayanan internet telah masuk di seluruh desa dan OPD. Sehingga memudahkan proses koordinasi melalui ruang command center. Hasilnya pun cukup memuaskan, walaupun masih ada beberapa kekurangan bersifat teknis. 

Bupati Malang juga mendorong bahwa teknologi canggih yang ada di Command Center ini juga bisa menyentuh daerah-daerah pariwisata. Yang notabene kebanyakan masih susah ditembus peralatan canggih teknologi.

"Jadi agar fungsi Command Center ini maksimal juga diperlukan layanan internet yang memadai. Khususnya di lokasi wisata. Menjadi tidak nyaman ika wisatawan kesulitan mengakses internet saat berlibur," ucap Rendra yang menegaskan secara umum adanya Command Center ini sebagai bentuk langkah maju dalam mengaplikasikan konsep smart city. (*)

 

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Widi Julianty
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top