Kemenristek Dikti : Era Teknologi Membutuhkan Kaum Intelektual yang Dicetak Kampus ITN Malang

Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Ditbelmawa Kemenristek dan Dikti, Dr. Widyo Winarso memberikan pemaparan sosialisasi peningkatan kemampuan PKM di Kampus 2 ITN Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Ditbelmawa Kemenristek dan Dikti, Dr. Widyo Winarso memberikan pemaparan sosialisasi peningkatan kemampuan PKM di Kampus 2 ITN Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Salah satu tolok ukur intelektualitas seorang mahasiswa adalah gagasan dan inovasi terus menerus dengan menghadirkan karya nyata di masyarakat. 

Keberadaan mahasiswa sebagai kaum intelektual muda sangat dibutuhkan masyarakat untuk memperoleh ide-ide segar untuk memperbaiki kualitas hidup. 

Demikian ditegaskan Kasubdit Penalaran dan Kreativitas, Kemenristek dan Dikti, Dr. Widyo Winarso saat memberikan pencerahan kepada mahasiswa dan dosen ITN Malang dalam acara sosialisasi peningkatan kemampuan program kemahasiswaan , Sabtu (23/9/2017).

Dalam paparannya, ia mendorong mahasiswa ITN Malang untuk terus melakukan inovasi dan memperbaharui gagasan-gagasannya dalam kehidupan masyarakat.

Untuk mengasah kreativitas itu mahasiswa bisa menuangkannya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). 

Widyo Winarso hadir memenuhi undangan Institut Teknologi Nasional (ITN) Kampus 2 Malang untuk memberi semangat dan pencerahan kepada para mahasiswa bertempat di Ruang Amphi II Lantai 3, Teknik Elektro Kampus 2 ITN Malang, Sabtu (23/9/2017).

Dijelaskan, mahasiswa ITN harus mampu membuktikan kualitas mahasiswanya dengan banyak menghadirkan karya positif di tengah-tengah masyarakat. 

Dengan demikian, mahasiswa ITN Malang akan dikenal di tengah-tengah masyarakat sebagai sosok akademis yang profesional dan bertanggungjawab.

"Kami berharap Kampus ITN Malang mampu mencetak lulusan yang memiliki skill dan kreativitas yang nyata di masyarakat," ungkap Widyo.

Menurutnya, mahasiswa harus terus didorong agar mampu meningkatkan kreativitasnya secara mandiri tanpa perlu menunggu gagasan dari dosen. 

"Ke depan kami ingin  para lulusan kampus ini menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis yang profesional dan mampu mengamalkannya untuk kemaslahatan orang banyak," harap Widyo.

Ditambahkan, perkembangan era teknologi seperti sekarang memang membutuhkan para intelektual dari kampus seperti ITN Malang.

"Selain menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mahasiswa ITN Malang harus memiliki keimanan yang kuat," tegasnya.

Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan zaman yang kian kompleks ini, ITN Malang akan terus menggenjot penelitian dengan melibatkan langsung mahasiswanya sehingga mereka terbiasa peka dengan dinamika yang terjadi di masyarakat. 

Dia mencontohkan mahasiswa ITN Malang harus mampu menguasai bagaimana mengidentifikasi faktor penentu mutu produk, pengembangan metode pembelajaran, inventarisasi atau eksplorasi sumber daya, modifikasi produk, identifikasi dan pengujian kasiat senyawa kimia bahan alam, atau merumuskan teknik pemasaran.

Mahasiswa ITN Malang, lanjutnya, juga harus mampu memecahkan masalah-masalah humaniora, misalnya survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran di sekolah dasar, menganalisis laju pertumbuhan ekonomi di sentra kerajinan serta hal-hal  lain yang berkaitan dengan kearifan lokal.

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top