Wisata Kayu Tangan Kota Malang Padukan Konsep Religi dan Heritage

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang Agus Bhuwana. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)
Kepala Bidang Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang Agus Bhuwana. (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terciptanya puluhan kampung tematik di Kota Malang membuat kampung-kampung lain yang belum bertema terdorong untuk membuatnya menjadi konsep serupa.

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang mendorong kampung-kampung yang berpotensi tersebut.

Salah satu yang ingin digenjot adalah membuat kampung wisata religi. Kali ini makam Mbah Honggo di kawasan kayu tangan yang akan dikembangkan menjadi kampung religi.

Untuk memulainya masyarakat memanfaatkan momen 1 Suro sebagai aktivitas bersih kampung atau bersih desa.

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Kota Malang Agus Bhuwana menyampaikan momen ini juga dimanfaatkan oleh warga kelurahan Kauman untuk memulai rencana pembangunan kampung wisata religi Mbah Honggo. Kawasan sekitar juga melakukan bersih kampung Kayu Tangan.

"Kegitan ini merupakan upaya untuk mewujudkan Kayu Tangan sebagai raganya Kota Malang, sebagai kawasan heritagenya Kota Malang,"ujar Agus.

Mengambil kawasan makam Mbah Honggo Koesoemo, Agus menjelaskan bahwa keberadaan Mbah Honggo berkaitan erat dengan Ki Ageng Gribig dan Imam Soedjono di Gunung Kawi. Hal itu dapat dihat dari bentuk jalan akses masuknya yang hampir sama.

Dengan dibangunnya kampung wisata religi Mbah Honggo, Agus ingin mengaskan bahwa ternyata di tengah kota yang identik dengan bangunan kolonial ini juga masih terdapat peninggalan bersejarah perjuangan Islam.

Rencananya, Makam Mbah Honggo merupakan menu paket wisata Kayu Tangan. Sebab, dalam wisata Kayu Tangan menyuguhkan eksotisme pusat perbelanjaan Kayu Tangan, Makam Mbah Honggo, saluran irigasi peninggalan Belanda baik irigasi primer maupun sekunder.

"Selain itu juga akan ada menu wisata kebaya bordir Priambodo. Keikutsertaan masyarakat akan semakin memunculkan potensi kawasan wisata ini,"tandas Agus.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top