Dari Bawang Merah, Perekonomian Warga Tawangargo Melejit Pesat

Bawang merah jenis Buah Hijau yang ditanam petani desa Tawangargo, Karangploso merupakan komoditi sayuran yang diminati pasar dengan harga yang cukup tinggi. (Dok. MalangTIMES)
Bawang merah jenis Buah Hijau yang ditanam petani desa Tawangargo, Karangploso merupakan komoditi sayuran yang diminati pasar dengan harga yang cukup tinggi. (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bawang merah ternyata membuat perekonomian warga di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso menggeliat pesat.

Dari desa yang terbilang pendapatannya relatif tidak ada penambahan signifikan, kini pendapatan warga Tawangargo melejit dan membuat semangat bertani menjadi tinggi kembali.

"Sejak berbudidaya bawang merah jenis batu hijau, petani merasakan hasilnya. Ada penambahan pendapatan cukup bagus," kata Sulianto, petani bawang merah desa Tawangargo, Rabu (20/9/2017).

Revolusi bertani warga Tawangargo dimulai sejak pasar merespons positif segala hasil tanam petani dengan model organik.

Peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh petani Tawangargo yang memiliki lahan subur dan menyimpan potensi besar sebagai sentra pertanian sayur organik.

Bawang merah batu hijau dipilih atas rekomendasi Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang melalui para penyuluh atau mantri tani desa.

Hasilnya, komoditi bawang merah batu hijau di Tawangargo menjadi primadona di pasar sayuran dan petani sendiri.

Menurut Sulianto, dengan lahan seluas 1 hektar bisa menghasilkan 13 ton bawang merah dengan omzet mencapai Rp 25 Juta.

"Tentunya dengan hasil tersebut dan masa tanam sampai panen hanya 70 hari, bawang merah buah hijau menjadi primoda saat ini," terangnya.

Selain meningkatkan pendapatan bagi petani, bawang merah buah hijau ini ternyata juga mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam mengolah hasil tanamnya.

Hal ini terlihat dari lahan bawang merah Sulianto yang mampu menyerap tenaga kerja di sekitarnya sebanyak 47 orang.

"Ya hitung-hitung memberdayakan warga di sini daripada menganggur. Mereka bisa kerja walau sekedar sampingan, tapi mendapat pendapatan," ujar Sulianto yang dalam berbudi daya bawang merah ini tidak semuanya dijual ke pasar. "Sebagian saya jadikan bibit, sisanya baru dijual,"imbuhnya.

Bawang merah buah hijau untuk saat ini dijual dengan harga Rp 10 Ribu per kilogram, kalau membeli langsung dari petani. Tapi, jika dijual di pasar sayur terdekat di lokasi lahan petani, bawang merah jenis ini sudah mencapai Rp 12 ribu per kilogram.

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top