KPK OTT Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (9)

Berikut Video Bantahan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko Terkait Kasus OTT yang Menjeratnya

 Wali Kota Batu Eddy Rumpoko usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Minggu (17/9/2017). (Foto : Istimewa)
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Minggu (17/9/2017). (Foto : Istimewa)

KOTA BATU - Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wali Kota Batu Eddy Rumpoko keluar dari ruang pemeriksaan KPK di Jakarta memakai baju tahanan dengan wajah tenang, Minggu (17/9/2017) sore. 

Wali Kota Batu dua priode ini tak henti-hentinya melempar senyum khasnya kepada puluhan wartawan yang mengerubunginya.

Dengan wajah santai ia menjawab semua pertanyaan wartawan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap dirinya. 

Kepada wartawan, ia menyampaikan kebingungannya dengan istilah OTT  atas kasus dugaan suap yang disangkakan kepadanya. 

Menurutnya, dugaan suap sebesar Rp 200 juta yang disangkakan telah diterimanya dari Philips, rekanan proyek meubeler di Pemkot Batu tidak pernah ada. 

"Saya nggak tahu duitnya. Saya waktu itu sedang mandi, terus pintu kamar mandi digedor-gedor. Begitu keluar dari kamar mandi saya tanya, ada apa? Katanya OTT. Saya tanya, OTT apa?," tegasnya kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Minggu (17/9/2017). 

Berkali-kali ia membantah kabar bahwa ia telah menerima uang sebagai fee proyek meubeler dari rekanan seperti yang disangkakan KPK dalam kasus ini. 

Sumber video: Kumparan

"Gimana saya mau menanggapi kalau saya terima uang lha wong duitnya saja saya nggak ngerti," jelasnya. 

Termasuk, saat ditanya wartawan terkait dugaan uang sebesar Rp 300 juta yang informasinya sudah ia terima untuk pelunasan mobil Toyota Alphard miliknya. 

"Mobil Aphard itu milik perusahaan BUPL dan sudah lunas," ujarnya. 

Bahkan, untuk membuktikan ia meminta wartawan mengecek CCTV di rumah dinasnya apakah uang suap Rp 200 juta seperti yang disangkakan  benar-benar ia terima atau tidak. 

"Di rumah dinas saya ada CCTV, monggo dicek, ada HP saya juga, silakan," tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Eddy, ia masih akan mempelajari istilah OTT yang menjeratnya ini. Sebab, ia merasa tidak bersalah dan mengaku tidak pernah menerima uang seperti yang disangkakan KPK kepadanya. 

"Intinya, saya tidak tahu apa-apa tentang OTT ini. Terima kasih ya teman-teman," pungkasnya sambil bergegas meninggalkan wartawan dengan pengawalan ketat polisi dan petugas KPK.

Seperti diberitakan, KPK melakukan OTT terhadap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko di rumah dinas, Sabtu (16/9/2017). 

Suami dari Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu terpilih priode 2017-2022 ini ditangkap atas dugaan telah menerima suap berupa fee proyek pengadaan meubeler sebesar Rp 500 juta yang diduga diberikan kepadanya dalam dua tahap. 

Pertama, Rp 300 juta telah dibayarkan rekanan untuk melunasi pembelian Alphard miliknya dan Rp 200 juta  diduga akan diberikan sebelum OTT terjadi. 

Terhadap kasus ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka yakni Eddy Rumpoko (Wali Kota Batu), Edi Setiawan (Kepala ULP) dan Philips (rekanan proyek meubeler dengan pagu anggaran sebesar Rp 5,24 miliar). 

Editor : Heryanto
Publisher : Angga .
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top