Warga yang Kambingnya Dibantai Sebut Pembunuhnya Bukan Anjing Biasa

Sunari, pemilik hewan ternak yang juga jadi korban pembantaian anjing misterius. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Sunari, pemilik hewan ternak yang juga jadi korban pembantaian anjing misterius. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kambing warga kembali ditemukan mati dengan darah yang habis serta hanya beberapa organ yang dimakan. Atas kejadian itu, warga menduga ada kejanggalan dalam kasus penyerangan yang dilakukan anjing ini.

Seperti yang diungkapkan Budi (40) warga Mbawang, Tunggulwulung, yang dua kambingnya dibantai anjing misterius (17/9/2017). Anjing tersebut terkesan janggal karena kambing gibas yang mati semuanya kehabisan darah. Selain itu, saat masuk kedalam kandang juga tidak terjadi kerusakan. Malah jebakan yang dipasang di depan pintu masuk kandang tidak berpengaruh terhadap anjing itu.

"Kandang saya kan saya kasih jebakan batu besar dan kayu yang beratnya 15 kg lebih. Padahal ini juga sudah jatuh kayu sama batunya, tapi kok kayaknya nggak ada efeknya," ujar Budi.

Bahkan, lanjut Budi, malam sebelumnya anjing tersebut sempat dipukuli oleh beberapa warga yang juga mendapati anjing tersebut hendak memakan hewan ternaknya. Namun anjing tersebut juga terlihat tidak apa-apa, hanya menoleh dan lari.

"Ya malam sebelumnya itu sempat dipukuli helm tapi nggak apa-apa. Hanya menoleh saja. Anak-anak saja waktu berpapasan di epannya sampai buyar, anjing tersebut ada kalungnya dan posturnya sangat besar. Nggak mungkin kalau anjing liar," ceritanya

Selain itu, Sunari warga komplek Perum Puri Dewata, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang Jumat(15/9/2017) lalu tiga kambingnya menjadi korban juga mengungkapkan hal yang sama dengan Budi.

Ia menduga ada yang janggal dengan anjing tersebut. Pasalnya saat membantai kambingnya, tidak ada kerusakan yang terjadi pada kandangnya. Kandang itu dalam kondisi tertutup dan terkunci. "Nah anehnya ya itu. Kandang saya juga nggak rusak tapi kok bisa masuk," paparnya.

Tak hanya dua orang tersebut yang menyatakan kejanggalan akan peristiwa ini. Dua warga Ketangi yang hewan ternaknya dibantai juga mengakui hal yang sama.

Mat Ali, yang kambingnya menjadi korban, pun merasakan kejanggalan. Kandang ternaknya dalam posisi lumayan rapat. Jadi, diaa sendiri juga heran dari mana anjing tersebut masuk. "Kandang saya kondisinya juga lumayan rapat. Ada sedikit lubang. Itu pun juga kecil dan sudah lama. Tak ada kerusakan sama sekali. Saya juga heran," ucapnya.

Ahmad Sodiq (52), tetangga dari Mat Ali yang juga memelihara kambing, pun sempat merasakan suasaa yang tidak enak dan merinding saat dirinya menjaga kandang  saat malam peristiwa pembantaian kambing. "Saat jaga, saya nggak enak rasanya, merinding. Ngeri suasananya, saya yakin ini misti," pungkasnya. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Aditya Fachril Bayu
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top