Lewat Dialog Budaya, Bupati Malang Rendra Kresna Kuatkan Soliditas Keberagaman Masyarakat

Bupati Rendra Kresna dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Malang selalu siap mendukung dan menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan. (Nana)
Bupati Rendra Kresna dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Malang selalu siap mendukung dan menjaga keutuhan NKRI dari berbagai ancaman yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan. (Nana)

MALANGTIMES - Perpecahan dalam masyarakat yang beragam dalam keyakinan, suku, dan bahasa, selalu mengintip dan mengancam persatuan dan kesatuan.

Media telah memperlihatkan berbagai ancaman dari berbagai kelompok atau organisasi yang terus menebarkan kebencian, hujatan dalam merusak kesatuan di dalam masyarakat dengan cara membenturkan keyakinan beragama dan kesukuan.

Hal inilah yang membuat Bupati Malang Dr H Rendra Kresna terus-menerus melakukan dialog-dialog dengan berbagai unsur masyarakat yang ada di wilayahnya. Walaupun tidak pernah terjadi gesekan yang mengarah kepada konflik, antisipasi untuk terus mensolidkan keberagaman di Kabupaten Malang tidak pernah dikendorkan.

Uniknya, Rendra selalu mengedepankan dialog budaya melalui kesenian tradisional dalam merangkul seluruh organisasi massa (ormas) yang ada di Kabupaten Malang, selama menjabat sebagai bupati di dua periode ini.

Menurut dia, melalui dialog budaya yang mengusung kearifan lokal turun temurun, segala perbedaan bisa dijembatani. "Wali Songo mengislamkan Jawa juga melalui dialog budaya. Dan itu efektif dalam menyatukan perbedaan dalam masyarakat," kata Rendra dalam berbagai kesempatan kepada MalangTIMES.

Rendra percaya dengan dialog budaya bisa merekatkan seluruh elemen ormas dan menyatukannya dalam derap pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malang.

Hal ini juga terlihat dalam acara sosialisasi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang keberadaan ormas di Indonesia yang dibalut dengan dialog budaya melalui pertunjukan kesenian tradisional rakyat di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, beberapa hari lalu. Hal-hal yang terkesan berat, njelimet, dan jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat didekatkan dengan pendekatan kesenian. Dengan begitu, tercipta suasana cair dan mudah dipahami oleh ratusan ormas yang hadir. Dan tentunya juga yang membuat masyarakat terhibur.

"Inilah kekuatan budaya melalui kesenian tradisional yang memang akrab dengan kehidupan masyarakat," ujar Rendra yang juga menegaskan bahwa tema-tema persatuan yang terkesan berat seperti 'Merawat NKRI melalui Organisasi Masyarakat (ormas) di Bumi Pertiwi' menjadi mudah dimengerti masyarakat lewat kesenian dibandingkan dengan seminar dan lainnya.

Keberagaman akan menjadi kekuatan utuh dan solid apabila masyarakat masih berpegang pada kearifan atau kebijakan lokal yang telah hidup sejak lama. Kebijakan lokal inilah yang oleh para founding father bangsa disatukan dalam apancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Maka, tegas Rendra, ormas atau apa pun namanya yang bertentangan dengan asas dan nilai Pancasila tentunya tidak boleh dan dilarang di bumi pertiwi ini. "Ormas tidak boleh keluar dari aturan yang sudah ditentukan negara yang lahir dari konsensus bersama ini. Dan saya yakin ormas di sini semua adalah yang mencerminkan Madep Manteb Maneteb," tegas ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur (Jatim) ini. 

Dia pun menegaskan pemerintahan Kabupaten Malang bersama masyarakat akan terus mendukung pemerintah pusat dalam menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI sebagai harga mati. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Aditya Fachril Bayu
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top