KPK OTT Wali Kota Batu Eddy Rumpoko (8)

Eddy Rumpoko Diduga Terima Suap Rp 500 Juta, Rp 300 Juta buat Lunasi Alphard

sumber: LPSE PEMKOT BATU
sumber: LPSE PEMKOT BATU

KOTA BATU - Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ternyata menerima sepuluh persen fee dari anggaran mebeler di Pemkot Batu senilai Rp 5,26 miliar. Suap itulah yang mengantarkan Eddy sebagai tersangka dalam terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kota Batu, Sabtu (16/9/2017).

Dalam kasus ini, selain Eddy, Kepala Unit Layanan Pengadaan ULP Pemkot Batu Edi Setiawan dan Philip, pemilik Amarta Hills Hotel, juga ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terjaring kasus terkait pengadaan mebeler (meja kerja staf dan meja kerja eselon). Pengadaan ini dilakukan oleh Badan Keuangan Daerah Pemkot Batu tahun anggaran 2017  ini. Sebelumnya yang mengikuti lelang ini 70 peserta. 

Lelang dimenangkan PT Dailbana Prima yang beralamatkan di Jalan Brigjend Katamso 48-50 Kota Malang. Nilai anggarannya Rp 5,26 miliar.

"Total fee yang disepakati Rp 500 juta. Namun yang diberikan saat itu (waktu OTT) Rp 200 juta. Sebelumnya ER (Eddy Rumpoko) sudah menerima Rp 300 juta untuk melunasi pembayaran mobil Alphard. Sedangakan Rp 100 juta sebagai fee panitia pengadaan," ungkap Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif dalam jumpa pers di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (17/9/2017).

Sebelumnya, KPK mengamankan lima orang dalam kasus tersebut. Yakni Eddy Rumpoko, Edi Setiawan, Philip, Juanidi (sopir Eddy Rumpoko), dan Zadim Efesiensi  (kepala Badan Perencanaan Keuangan Anggaran  Daerah (BKAD) Pemkot Batu). Setelah melakukan pemeriksaan selama 1 x 24 jam, KPK akhirnya menetapkan tiga orang tersangka.

"Kami menyimpulkan bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau fee pengadaan proyek di Pemkot Batu. Oleh karena itu, status kasus ini kami tingkatkan menjadi penyidikan dan menetapkan tiga orang tersangka," imbuh Laode.

Hingga saat ini, beberapa pejabat di Pemkot Batu tidak dapat dihubungi. Sebut saja Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso dan Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo. Suasana di Balai Kota Among Tani juga sepi. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top