Bupati Malang Rendra Kresna Raih Penghargaan Tingkat Nasional dari PMI

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat menerima penghargaan nasional dari Plh. Ketua Umum PMI Pusat, Ginandjar Kartasasmita di Bogor, Minggu (17/09) (for MalangTIMES)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna saat menerima penghargaan nasional dari Plh. Ketua Umum PMI Pusat, Ginandjar Kartasasmita di Bogor, Minggu (17/09) (for MalangTIMES)

MALANGTIMES – Kembali, Bupati kesembilan belas Kabupaten Malang Dr H Rendra Kresna diganjar penghargaan tingkat nasional.

Kini, Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat melalui Plh. Ketua Umumnya, Ginandjar Kartasasmita mendaulat Bupati Malang Dr H Rendra Kresna sebagai Pembina dan Penggerak Program Pemberdayaan Masyarakat Tangguh Bencana dan Pengelolaan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat di Bumi perkemahan Gunung Pancar Sentul Kabupaten Bogor, Minggu (17/9/2017). 

Penghargaan tersebut semakin mengukuhkan Rendra Kresna sebagai kepala daerah yang memiliki komitmen dan kepedulian tinggi terhadap masyarakat, khususnya dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana yang kerap melanda wilayahnya.

Tercatat, Rendra di tahun 2016 pernah diganjar atas kiprahnya dalam penanggulangan bencana yaitu  sebagai tokoh terbaik tingkat nasional dalam penanganan kebencanaan.

Seperti diketahui, di dalam kendali kepemimpinannya, bencana alam yang kerap melanda Kabupaten Malang karena topografinya ini telah mencapai pengendalian 81 persen di tahun 2016. Target tersebut bisa tercapai dengan berbagai kebijakan Rendra, utamanya dalam mempersiapkan masyarakat tangguh bencana.

“Pengendalian bencana alam tidak bisa dari sisi kebijakan anggaran saja. Paling utama adalah bagaimana menyiapkan masyarakat yang tangguh bencana serta mendorong keterlibatan seluruh elemen dalam menghadapi bencana alam,”kata Rendra Kresna, Minggu (17/09) melalui telepon kepada MalangTIMES. 

Melalui kebijakannya tersebut, tercatat tahun 2016 telah terbentuk 17 desa tangguh bencana di Kecamatan Tirtoyudo, Ampelgading, Sumbermanjing Wetan dan Ngantang dengan satgas bencana sejumlah 184 orang.

Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan bencana, Satgas Penanggulangan Bencana di tingkat Kecamatan dan Beach Rescue Centre (BRC) untuk penanganan bencana di kawasan pesisir pantai juga telah dibentuk dalam upaya terus mengendalikan jatuhnya korban pada saat akan dan setelah bencana alam terjadi. 

Di tahun 2017 bulan Agustus di Rest Area Desa Gubug Klakah, Kecamatan Poncokusumo dibentuk juga Kampung Siaga Bencana Mahameru Poncokusumo – Malang yang langsung diresmikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa.

Menurut Rendra, masyarakat yang tangguh bencana akan menjadi hal terpenting dalam menghadapi bencana alam. Selain mampu meminimalisir korban jiwa, juga akan menjadikan masyarakat memiliki kesadaran lebih tinggi atas lingkungan sekitarnya.

“Pelibatan masyarakat dalam bencana alam secara tidak langsung membuat mereka menjaga lingkungannya. Sehingga tidak ada lagi perusakan lingkungan yang membuat terjadinya bencana, misalnya banjir,”ujar Ketua PMI Kabupaten Malang ini.

Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Malang, selain karena topografi dan pengaruh iklim juga dikarenakan oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang mengeksploitasi alam secara berlebihan. Kini, kata Rendra, seluruh wilayah di Kabupaten Malang memiliki potensi bencana yang sama.

“Kalau dulu masih bisa dipetakan wilayah bencana alam. Tapi sekarang semakin sulit. Karena semua memiliki potensi bencana,”kata Rendra.

Karena kondisi inilah, pengelolaan resiko terpadu berbasis masyarakat dalam menghadapi bencana alam menjadi hal penting untuk terus dikampanyekan oleh seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Malang. Khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sebagai leading sektornya.

“Kebijakan anggaran untuk ini setiap tahun kita tambah juga. Pun, berbagai program pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam dengan lintas lembaga terus dilakukan,”imbuh Rendra.

Pernyataan Bupati Malang ini terlihat dari anggaran bagi BPBD Kabupaten Malang. Tahun 2015 BPBD di anggarkan Rp 5 Miliar dan meningkat di tahun 2016 menjadi Rp 5,7 Miliar.

Di tahun 2017 ini juga mengalami peningkatan hampir 50 persen yaitu sekitar Rp 10,7 Miliar. Sedangkan untuk dana tidak terduga disiapkan Rp 5 Miliar. Selain itu anggaran paska bencana juga terdapat di berbagai dinas-dinas terkait.

Di kesempatan yang berbeda, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Malang Suwadji menyatakan rasa salut kepada pimpinannya atas diraihnya penghargaan dari PMI Pusat sebagai Pembina dan Penggerak Program Pemberdayaan Masyarakat Tangguh Bencana dan Pengelolaan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat. Dirinya mengucapkan selamat dan berharap seluruh komitmen Bupati Malang dijadikan dasar dan acuan kerja diseluruh kedinasan terkait dalam mensukseskan program pemberdayaan masyarakat tangguh bencana.

"Semoga Kabupaten Malang dan masyarakat semakin sejahtera sesuai dengan visi dan misinya Madep Manteb Manetep,”ujar Suwadji.

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top