RTH Contong Kepanjen, Oase Warga yang Tak Terjaga Kebersihannya

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Contong Kepanjen yang kondisinya dipenuhi sampah dedaunan kering bercampur sampah lainnya, Minggu (17/9/2017) (Nana/MalangTIMES)
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Contong Kepanjen yang kondisinya dipenuhi sampah dedaunan kering bercampur sampah lainnya, Minggu (17/9/2017) (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin menjadi kebutuhan bagi masyarakat perkotaan. Baik sebagai tempat relaksasi maupun hanya sekadar singgah setelah beraktivitas sehari-hari.

Tentunya, untuk menciptakan kenyamanan dan keindahan sebuah RTH bagi masyarakat, kebersihan menjadi faktor pentingnya.

Sayangnya, di musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Malang ini, RTH Taman Contong Kepanjen sebagai oase masyarakat, tidak terjaga kebersihannya.

Hal ini terpantau MalangTIMES, Minggu (17/9/2017) saat berada di lokasi dan mengamati sampah dedaunan bercampur plastik dan lainnya berserakan. Sebagian terlihat sisa pembakaran sampah di beberapa titik taman Contong.

Sekilas, Taman Contong yang lokasinya dekat stasiun dan pertokoan Kepanjen ini, sampah dibiarkan begitu saja.

Kalau pun dikumpulkan menjadi gundukan sampah di beberapa titik, hanya dibakar oleh warga setempat.

Pembakaran sampah di taman Contong ini bukannya membersihkan, tapi membuat kondisi taman menjadi terlihat kumuh.

Padahal, taman Contong Kepanjen, telah menjadi oase bagi warga sekitar dalam penuhnya pertokoan di wilayah tersebut.

Karenina (16), warga sekitar mengatakan, biasanya dia bersama teman-temannya sering menggunakan Taman Contong untuk berkumpul.

"Di sini kan rindang, sejuk, karena banyak pohonnya. Saya sering kumpul teman-teman, ya di Contong,"katanya kepada MalangTIMES, Minggu (17/09).

Karenina sering memanfaatkan taman Contong untuk sekedar bercengkrama maupun kalau ada tugas sekolah.

"Sayangnya di sini banyak sampah. Kayanya jarang dibersihkan oleh petugasnya,"ujar Karenina yang diiyakan oleh tiga teman sebayanya.

Musim kemarau dan angin kencang yang akan melanda Kabupaten Malang dan diprediksi cukup panjang oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, juga mengakibatkan dedaunan menjadi kering dan luruh berjatuhan setiap menitnya.

Hal ini semakin membuat Taman Contong dipenuhi dedaunan kering  yang berserakan di areal seluas 439 meter persegi dan terletak di Jalan Banurejo Kepanjen ini.

Padahal, taman Contong yang terletak di Ibu Kota Kabupaten Malang ini menjadi jujugan warga yang setelah lelah beraktifitas di pasar atau habis mengantar keluarga bepergian melalui Kereta Api. 

"Sayangnya kok engga ada tempat sampahnya ya di sini. Jadinya sampah di buang sembarangan,"kata Herawati (21) setelah berbelanja di toko depan taman, sambil menyeruput es degan yang berjualan di lokasi. 

Sampai saat ini, menurut pemilik warung kopi disebelah taman Contong, untuk kebersihan terkadang mereka lah yang menyapunya. Walaupun tentunya hanya sekedarnya dan menumpuknya diberbagai lokasi taman.

"Kita sapu, dijadikan satu. Terkadang kita bakar. Engga ada tempat sampah kan di sini,"terang pemilik warkop yang tidak berkenan ditulis namanya tersebut.

Saatnya, terutama di musim kemarau ini, petugas kebersihan untuk lebih banyak mengecek lokasi-lokasi taman yang ada.

Terutama yang berada di wilayah Kepanjen sebagai Ibu Kota Kabupaten Malang. Jangan sampai taman-taman yang sudah dibangun dengan baik ini, terbengkalai dan menjadi kumuh dikarenakan sampah.

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top