Gantung Diri, Darah Kakek Ini Merembes Sampai Kaki

Tali tampar yang dijadikan alat gantung diri TA (82) di pohon pepaya milik warga Desa Sumberoto, Donomulyo (Nana)
Tali tampar yang dijadikan alat gantung diri TA (82) di pohon pepaya milik warga Desa Sumberoto, Donomulyo (Nana)

MALANGTIMES - Kasus bunuh diri yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang bisa terbilang cukup banyak terjadi. Rata-rata para pelaku yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri terbilang berumur tua dan memiliki riwayat penyakit menahun.

Kini, kasus gantung diri kembali terjadi pada warga Dusun Panggungwaru Rt 39. Rw 09, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo berinisial TA (82) yang ditemukan tergantung di ladang pohon pepaya milik Wakidi.

Kondisi TA yang ditemukan oleh Riyanto (50), warga Dusun Kalisangkrah, Sumberoto yang sedang mencari kroto ini, dalam kondisi yang mengerikan. Pasalnya, jasad TA yang gantung diri mengeluarkan banyak darah yang melumuri sampai kakinya.

"Kaget banget melihatnya. Apalagi kondisinya mengeluarkan darah. Saya langsung hubungi pak Kades (Budi Utomo, red),"kata Riyanto, Minggu (17/09). 

Akhirnya, setelah bersama-sama melihat kondisi korban, saksi melaporkan kejadian kepada kepolisian setempat. "Kita langsung lapor, mas, akhirnya kepolisian dan pihak puskesmas datang ke lokasi,"ujar Budi.

Dari hasil pemeriksaan oleh tim puskesmas, korban gantung diri yang mengeluarkan darah cukup banyak ini, tidak ditemukan adanya tanda bekas kekerasan.

"Tapi korban memang memiliki riwayat menahun yaitu wasir atau ambeien. Dimungkinkan pembuluh darahnya pecah,"terang Kapolsek Donomulyo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sardikan yang juga menyampaikan kondisi korban sudah meninggal sekitar 3 jam lalu.

Riwayat penyakit yang diderita TA dibenarkan juga oleh pihak keluarga yang mengatakan korban memang memiliki penyakit tersebut. 

Pihak keluarga korban juga, menurut Kapolsek Donomulyo, keberatan untuk dilakukan visum atas kejadian tersebut.

"Mereka telah mengikhlaskan korban dan menganggapnya musibah,"ujar Sardikan yang meminta pihak keluarga untuk membuat surat keberatan visum.

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top