Tempat di Malang Ini Sediakan Ruang Kerja Kreatif Bagi Anak Muda

Ruang kerja homey dan cozy di Ngalup Co-Working Space yang berlokasi di Jalan Sudimoro No 1-3, Perumahan Dwiga, Lowokwaru, Kota Malang (foto: Istimewa)
Ruang kerja homey dan cozy di Ngalup Co-Working Space yang berlokasi di Jalan Sudimoro No 1-3, Perumahan Dwiga, Lowokwaru, Kota Malang (foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Apa yang terbayang bila mendengar kata 'kantor'? Bila pertanyaan ini diajukan pada kaum muda, tata ruang 'kantor' berkesan membosankan. Bisa jadi, anggapan anak muda itu lantaran mereka menengok apa yang dilakukan raksasa Google. 

Google menyulap markas mereka di Mountain View, California, Amerika Serikat tidak seperti kantor pada umumnya. Konsep kantor mereka adalah open space office sehingga memungkinkan tata ruang terbuka. Perusahaan itu melengkapi fasilitas dengan salon, ruang fitness, tempat tidur siang, lapangan olahraga, dan cafe.

Apa yang dilakukan Google mungkin sudah banyak dicontoh perusahaan lain demi meningkatkan produktivitas karyawan. Tetapi, harus diakui masih banyak kan kantor konvensional? Pun halnya perkantoran di Malang Raya. 

Kebanyakan pekerja di usia muda perlu ruang yang nyaman nan cozy. Bergelut di dunia online sejak 2006, Danton Prabawanto membuat ruang kerja khusus bagi kaum muda kreatif. Namanya Ngalup Co-Working Space yang berlokasi di Jalan Sudimoro No 1-3, Perumahan Dwiga, Lowokwaru, Kota Malang.

General Manager Ngalup Co-Working Space Andina Paramitha menjelaskan bahwa tidak hanya menyediakan fasilitas tempat kerja, di tempat ini juga diberikan hal-hal yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis. 

"Di Malang, ada setidaknya puluhan start-up kreatif dan inovatif. Seiring dengan itu, kami menilai ada iklim baru bagi pertumbuhan bisnis penyediaan ruang kerja bersama atau co-working space.  Karena para pekerja start-up adalah pekerja dengan jam yang dinamis dan punya mobilitas tinggi, jadi mereka tidak perlu duduk di kantor dengan jadwal yang padat," papar wanita yang akrab disapa Andin itu pada MALANGTIMES, Sabtu (16/9/2017).

Ia menambahkan kata 'Ngalup' diambil dari bahasa Jawa walikan 'pulang' khas Malang. Oleh karena itu, pemakaian nama Ngalup diharapkan tidak hanya menganggap Ngalup sebagai Co-Working Space, tetapi juga sebagai tempat untuk pulang. 

"Dengan kata lain, rumah bagi para pelaku usaha kreatif. Sampai saat ini tercatat lebih dari 50 komunitas atau start-up yang rutin mengadakan kegiatan di Ngalup," imbuh ibu tiga orang anak itu. 

Benar saja, Ngalup Co-Working Space memang tempat pulang bagi puluhan komunitas diantaranya Yukbisnis, Masyarakat Tanpa Riba, Hipwee, IMA, Akademi Berbagi, AIESEC, 1000 Startup Digital, Gapura Digital, MANIFEST, Developer Circle Malang, dan masih banyak lagi.

Konsep tata ruang Ngalup Co-Working Space juga homey. Serasa berada di rumah sendiri. Bangunan serba putih berlantai dua itu menggusung gaya klasik modern. Di lantai satu, ada ruang mirip mini hall yang biasa dipakai sebaga ruang diskusi. Di lantai dua, ada ruang bekerja yang homey dengan berbagai fasilitas lengkap. 

Di ruang diskusi Ngalup Co-Working Space itulah banyak pemateri yang didatangkan ke Malang salah satunya diskusi terkait UU ITE dengan pembicara Kepala Sub Bidang Penyidikan dan Penindakan Kementerian Kominfo RI, Teguh Arifiyadi pada bulan Juli silam. 

Tidak melulu soal isu-isu hangat, Ngalup Co-Working Space juga mengundang anak muda berbagi tentang mode. Teranyar adalah selebgram asal Malang Fita Wulansari yang mengupas padu padan busana di Ngalup Co-Working Space. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top