Anak TKW dari Pelosok Kabupaten Malang Ini Mampu Sabet IPK Tinggi Magister

Pemuda asal Desa Senggreng, Sumberpucung, Kabupaten Malang, Ryan Nuansa Dirga berhasil sabet titel magister dengan IPK 3,96 (foto: Ryan Nuansa Dirga for MALANGTIMES)
Pemuda asal Desa Senggreng, Sumberpucung, Kabupaten Malang, Ryan Nuansa Dirga berhasil sabet titel magister dengan IPK 3,96 (foto: Ryan Nuansa Dirga for MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Dari sebuah desa di Sumberpucung Kabupaten Malang, Ryan Nuansa Dirga berhasil meraih prestasi membanggakan.

Menempuh jarak 30 kilometer lebih untuk menimba ilmu, Ryan berhasil meraih titel magister dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96.

Perjuangan Ryan menuntut ilmu tidaklah mudah. Tinggal di Desa Senggreng, Sumberpucung, Kabupaten Malang setiap hari ia harus berangkat subuh.

"Saya enggak ngekos di Malang, jadi hampir tiap hari seusai sholat subuh dan mandi saya berangkat naik bus dari rumah," cerita dia pada MALANGTIMES. 

Melintasi perjalanan sepanjang 30 kilometer dengan kendaraan umum sudah menjadi bagian kehidupan Ryan selama enam tahun terakhir.

Pria kelahiran 1993 itu mengambil studi di sarjana dan magister di Universitas Negeri Malang (UM). Dengan suara lirih, Ryan menceritakan bahwa motivasi ia kuliah sampai jenjang magister karena sang Ibu.

"Ibu sekarang lagi di luar negeri, sudah lama jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Kalau beruntung setahun sekali ibu bisa pulang ke rumah," ujarnya. 

Jauh dari sang Ibunda, membuat Ryan menjadi sosok yang tegar. Apalagi ia pun harus merawat sang nenek yang sudah sakit-sakitan. Pulang kuliah, ia tak lantas menikmati waktu bersantai dengan teman-teman.

"Karena saya anak tunggal, di rumah sama ayah dan nenek juga ada saudara. Saya bantu rawat nenek," tutur pria berkulit terang itu. 

Kehidupan membuat Ryan tegar dan bersemangat. Ada satu penyemangat yang ia bilang pada media online ini buat ia bertahan meski banyak cobaan mendera selama ia studi magister.

"Ibu saya, saya enggak mau nyusahin ibu saya lagi, saya harus mendapat pekerjaan yang bagus. Saya harus pintar," ucapnya.

Berkat ketekunannya pula, Ryan mampu lulus dalam waktu 20 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Prestasi ini membuat Ryan menjadi tiga besar lulusan terbaik Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM). 

Bukan hanya itu, berkat kegigihan ia membantu orangtua dengan bekerja sebagai tenaga pengajar bahasa Indonesia untuk penutur asing di Dili, Timor Leste. 

Ditanya soal kunci kesuksesan prestasi akademik, Ryan mengaku ia tidak pernah menunda apapun termasuk belajar dan mengerjakan tugas. "Tugas apapun kalau bisa hari itu dikerjakan ya saya kerjakan," pungkasnya. (*)

Pewarta : Wahida Rahmania Arifah
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top