Kelompok Baris-berbaris Ditabrak Truk, Satu Meninggal

Kegiatan baris-berbaris dalam merayakan HUT Kemerdekaan Ke-72 RI yang biasanya dilaksanakan di rute jalan raya jangan sampai menimbulkan persoalan yang membuat hilangnya nyawa atau luka-luka warga. (Nana)
Kegiatan baris-berbaris dalam merayakan HUT Kemerdekaan Ke-72 RI yang biasanya dilaksanakan di rute jalan raya jangan sampai menimbulkan persoalan yang membuat hilangnya nyawa atau luka-luka warga. (Nana)

MALANGTIMES - Antusiasme  masyarakat menjelang HUT Kemerdekaan Ke-72 RI yang diwarnai dengan berbagai kegiatan sangatlah tinggi. Baris-berbaris yang dilombakan oleh panitia HUT kemerdekaan di seluruh wilayah Kabupaten Malang adalah kegiatan terfavorit. Baik yang diikuti oleh para pelajar, organisasi atau kelembagaan pemerintah desa maupun lainnya.

Tapi, antusias tinggi tersebut wajib juga untuk diantisipasi tingkat kerawanannya saat lomba baris-berbaris dilaksanakan. Hal ini dikarenakan rute lomba sering memakai jalan raya yang padat lalu lintas. Bahkan, lomba yang dilaksanakan di jalan-jalan desa sekalipun masih memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan.

Hal ini terjadi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kromengan, Jumat (11/08) malam lalu, saat warga sedang berlatih baris-berbaris di jalan desa. Saat warga berlatih, pengendara sepeda motor yang kehilangan kendali menabrak warga yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya diangkut ke rumah sakit karena luka-luka.

"Kejadian sekitar pukul 19.30 WIB, saat warga berlatih baris-berbaris di Jalan Ngadirejo. Warga Cendol bernama Misman yang mengendari motor menabrak warga dari arah berlawanan," kata AKP Okta Panjahitan, kapolsek Kromengan, Minggu (13/08).

Honda Vario dengan nopol N-5564-EEL yang dikendarai Misman melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang. Sesampainya di TKP di depannya ada warga yang sedang latihan baris-berbaris  berjalan searah dari arah selatan ke utara. 

Jarak yang sudah dekat antara sepeda motor yang dikendarai Misnan dengan warga membuatnya tidak dapat menguasai setir sehingga  menabrak empat orang pejalan kaki yang sedang latihan baris-berbaris. Masing-masing Sriani (54) yang terluka parah di kepalanya dan akhirnya meninggal dunia, Juati (42), Sungatri (32) dan Eli (40), semuanya warga Desa Ngadirejo.

Peristiwa tersebut tentunya menjadi cukup tragis dan menjadi perhatian setiap pemangku kepentingan dan masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat melaksanakan kegiatan secara rombongan dengan memakai jalan raya.

"Kita imbau agar terus tingkatkan kehati-hatian dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI. Jangan sampai terjadi kecelakaan. Kami juga himbau warga untuk tertib dan saling menjaga keselamatannya," ujar Okta yang juga menegaskan agar pemerintahan desa juga terus berkoordinasi dengan pihaknya kalau ada kegiatan yang melibatkan orang banyak di jalan umum. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top