Pemkot Malang Digrebek KPK, Ada Apa (48)

Polresta Malang Siapkan 15 Kursi Panas untuk Anggota Dewan yang akan Diperiksa Maraton oleh KPK

Meja kursi yang ditata di aula Polres Malang Kota jelang pemeriksaan yang akan dilakukan KPK terhadap sejumlah anggota dewan (Istimewa)
Meja kursi yang ditata di aula Polres Malang Kota jelang pemeriksaan yang akan dilakukan KPK terhadap sejumlah anggota dewan (Istimewa)

MALANGTIMES - Jelang pemeriksaan maraton yang akan dilakukan KPK terhadap sejumlah anggota DPRD Kota Malang mulai Senin (14/8/2017) sampai Rabu (16/8/2017), Polres Malang Kota telah menyiapkan 15 meja dan kursi panas yang sudah ditata dengan rapi.  

Meja-meja tersebut terlihat diatur berjajar dan melingkar. Setiap meja terdapat dua kursi yang saling tatap muka. Jarak meja satu dan meja lainnya hanya sekitar satu setengah meter.

Melihat penataan meja dan kursi tersebut kemungkinan besar pemeriksaan akan dilakukan secara bersama-sama sesuai daftar nama yang terjadwal.

Hal ini dimungkinkan agar proses pemeriksaan para saksi suap di Pemkot Malang yang kini sudah menjerat tiga tersangka ini berlangsung cepat dan efektif.

Kabag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengakui bahwa Polresta Malang diminta menyiapkan tempat untuk pemeriksaan yang akan dilakukan KPK.  Namun, ia enggan menjelaskan lebih jauh terkait teknis pemeriksaan nanti. 

"Nah ini belum tahu. Nanti Senin(14/8/2017) kalau mereka sudah hadir di Polresta baru bisa dapat info," tandasnya ketika dihubungi MalangTIMES, Minggu (13/8/2017).

Sementara, untuk keperluan melengkapi alat bukti dan data dugaan suap di Pemkot Malang, KPK telah melakukan penggeledahan sejumlah kantor pemerintahan dan rumah para pejabat sejak 9 Agustus 2017 lalu.

Tempat-tempat yang sudah diobok-obok KPK di antaranya Balai Kota Malang, Kantor DPRD Kota Malang, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Kantor Dinas Perizinan, Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Malang, dan Rumah Kepala Bidang Tata Ruang DPUPR atau mantan kepala bidang bina marga di dinas setempat.

Dari hasil penggeledahan di sejumlah tempat itu, KPK telah membawa sejumlah dokumen sebagai bukti pendukung untuk menjerat Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono  dan mantan Kepala DPUPR Jarot Edy Sulistyono dan Komisaris PT ENK Hendrawan Maruszaman sebagai tersangka dalam kasus ini. 

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top