Baru Tereksplorasi 3,7 Persen, Bupati Malang Rendra Kresna Berharap Bisa Menggenjot Potensi Tangkap Laut

Bupati Malang Rendra Kresna saat melihat potensi kekayaan laut di wilayahnya yaitu ikan tangkap laut yang sampai awal tahun ini masih tereksplor sekitar 3,7 persen dari potensi sebesar 400 ton setahun (Nana/MalangTIMES)
Bupati Malang Rendra Kresna saat melihat potensi kekayaan laut di wilayahnya yaitu ikan tangkap laut yang sampai awal tahun ini masih tereksplor sekitar 3,7 persen dari potensi sebesar 400 ton setahun (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kekayaan laut Kabupaten Malang tidak bisa terbantahkan. Dengan potensi lautnya, beragam kekayaan di dalamnya, terutama ikan sangatlah banyak.

Dari data Dinas Perikanan Kabupaten Malang, tercatat potensi perikanan tangkap di Kabupaten Malang yang terdapat di 6 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Tirtoyudo, Bantur, Ampelgading dan Gedangan setiap tahunnya meningkat.

Pada tahun 2013 produksi perikanan tangkap mencapai 10.949,28 ton, meningkat tahun 2014 yang mencapai  11.077,67 ton atau meningkat 1,17 %.

Sementara, tahun 2015  mencapai 11.421,07 ton atau meningkat 3,10 % dan terus meningkat di tahun berikutnya.

Sayangnya,  kekayaan ikan tangkap di laut Kabupaten Malang yang memiliki garis pantai sepanjang 102,62 kilometer dengan potensi  403.444 ton ikan per tahun ini, saat ini baru sekitar 3,7 persen saja yang tereksplorasi melalui sentra perikanan tangkap yang berada di Pantai Sendangbiru Kecamatan Sumbermanjing Wetan. 

"Baru sekitar 3,7 persen tereksplor potensi ikan tangkapan laut. Padahal kalau bisa sampai 50 persen saja, saya yakin masyarakat wilayah selatan akan sejahtera,"kata Dr H Rendra Kresna Bupati Malang, Minggu (13/08).

Tentunya kondisi tersebut, tidak membuat Pemerintah Kabupaten Malang berpangku tangan dan menyerah atas kendala belum tereksplornya potensi ikan tangkap laut tersebut.

Selain terus mencukupi teknologi penangkapan ikan laut, baik alat-alat jaring serta peralatan berbasis teknologi juga dibangun cold storage bagi hasil ikan tangkapan agar tidak cepat busuk dan rusak.

Budi daya ikat tawar dan payau atau tambak pun terus ditingkatkan.  Potensi budidaya ikan di air tawar menyebar di hampir semua wilayah kecamatan, sementara budidaya air payau terdapat di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo dan Gedangan. 

Pada tahun 2013 produksi perikanan budidaya mencapai 17.070,16 ton, sedangkan pada tahun 2014 mencapai 19.555,84 ton atau meningkat 14,56 % dan kembali naik tahun 2015 menjadi  21.502,74 ton atau meningkat 4,7%.

"2014 kita memberikan stimulan sebesar Rp 8 miliar, termasuk kucuran dana dari pusat (APBN) sebesar Rp 5,5 miliar maupun dari Pemprov Jatim dalam bentuk peralatan,"ujar Rendra Kresna yang namanya mulai kembali ramai di Jawa Timur (Jatim) melalui berbagai banner dan baliho yang dibuat berbagai organisasi pemuda Jatim sebagai Pakdhe Rendra.

Tidak berhenti disitu, Pemkab Malang menggandeng juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tentunya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dalam pembangunan cold storage dengan total dana Rp 17,8 miliar di Kecamatan Turen, yaitu di Desa Tawangrejeni dan Desa Kedokwetan.

Pembangunan dua cold storage ini sebagai bentuk dalam menggenjot produksi ikan tangkap dan budidaya nelayan yang masih sangat jauh dari target yabg diharapkan Rendra Kresna, yaitu 50 persen dari potensi ikan yang ada.

Rendra menyatakan dengan beroperasinya dua cold storage sebagai tempat penyimpanan untuk menegakkan sistem rantai dingin, mampu membuat nelayan lebih produktif lagi. "Nelayan tidak perlu takut ikannya busuk atau rusak. Ini tentunya akan membuat mereka lebih giat menangkap ikan atau budidaya,"ujar Rendra. 

Pasalnya, sebelum adanya cold storage, para nelayan hanya mengandalkan pendingin ikan dengan sarana  kecil seperti coolbox, dan chiling room. "Jadi cold storage ini bermanfaat juga meminimalisir kerugian pembudidaya dan nelayan terlebih lagi jika mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar," imbuh Ketua DPW Partai NasDem Jatim ini.

Kepala Dinas Kelautan Kabupaten Malang Endang Retnowati, dikesempatan berbeda mengatakan bahwa adanya cold storage khususnya di Tawangrejeni yang mampu menampung ikan sebanyak 500 ton ini, sudah terlihat hasilnya.

Dia menyampaikan di cold storage ini setiap harinya ikan masuk sekitar 5 ton. "Kalau berjalan baik setiap bulan bisa sampai 150 ton ikan yang dihasilkan. Kalau setahun hitungannya bisa rata-rata 180 ton dari hasil tangkapan. Semoga bisa terus ditingkatkan,"ucap mantan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang ini.

Dia juga mengatakan bahwa memang cukup berat antara produksi ikan yang tereksplor dengan potensi yang ada, tapi Endang optimis bahwa hal tersebut bisa dicapai nantinya. "Bisa kita capai tapi tentunya bertahap. Dari data yang ada juga setiap tahun terus mengalami kenaikan," pungkasnya.

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top