Fakta-fakta Mengejutkan Kaum Muda Malang Pengguna Instagram

Ilustrasi anak muda Malang menggunakan Instagram (foto: Wahida Rahmania Arifah/ MalangTIMES)
Ilustrasi anak muda Malang menggunakan Instagram (foto: Wahida Rahmania Arifah/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sudah tidak asing lagi mendengar kata 'Instagram' di masa sekarang. Terutama di kalangan kaum muda. Tahun 2016, Senior Direktur TNS Indonesia, Hansal Savla membeberkan studi berjudul 'Pengguna Instagram di Indonesia'.  

Sebagaimana dikutip dari Selular ID, 89 persen pengguna Instagram di Indonesia berusia 18-34 tahun. Waktu akses Instagram setidaknya dilakukan seminggu sekali.

Di Malang, pernah ada pertemuan pengguna Instagram. Kala itu tahun 2013, 40 Instagramers dari berbagai kota termasuk Bandung, Surabaya, bahkan dari beberapa kota di Asia Tenggara hunting foto di Gunung Bromo. 

Instagram tak saja dipandang ajang 'silaturahmi' pecinta fotografi. Ada fenomena menarik di balik media sosial berlogo kamera itu. 

Mahasiswa Malang tergoda merasakan wisata di Pulau Lombok karena menengok akun Instagram, @explorelombok. Fakta itu diungkap oleh Aditya Tri Wibowo. Ia melakukan studi eksperimen terhadap 60 orang mahasiswa di Malang. Hasilnya mereka yang melihat keindahan obyek wisata Lombok Instagram memiliki minat berbeda dibanding yang tidak. 

Studi yang dilakukan Prihanani menyimpulkan bahwa Instagram menjadi referensi wisata kaum muda. Foto menarik yang diunggah di Instagram jadi daya tarik mereka yang berusia 18-25 tahun mengunjungi obyek wisata tersebut. 

Bukan hanya memengaruhi minat wisata kalangan muda. Media sosial yang lahir tahun 2012 itu juga buat banyak kaum muda kecanduan selfie. Istilah selfie ialah singkatan dari Self Potrait, yang artinya foto yang diambil oleh diri sendiri. 

Selain itu, hal lain yang kerap pula dilakukan kaum muda Malang di media sosial Instagram ialah membuat Instagram Stories. Fitur ini dapat mengupload foto atau video singkat yang akan hilang setelah 24 jam. 

Terkait aktivitas bermain media sosial yang dilakukan muda mudi itu, pakar psikologi Universitas Brawijaya (UB) Cleoputri Yusainy, Ph.D. menjelaskan apabila hal tersebut bisa diartikan sebagai ekspresi diri kaum muda. 

Cleoputri menjelaskan media sosial menyebabkan anak muda kini tak lagi malu mencurahkan perasaan mereka. 

"Kan gini ya, kalau dulu ada buku diary. Namanya buku harian dikunci rapat. Tidak ada orang lain yang boleh mengetahuinya. Sekarang ada media sosial. Ada status. Di situlah akhirnya mereka mengungkapkan ekspresi mereka," terang Cleo. 

Ia melanjutkan muda mudi yang mengunggah foto di Instagram dapat diartikan tidak hanya ekspresi diri tetapi juga eksistensi diri. 

"Ada yang share foto mereka di Instagram semata-mata ingin berbagi aktivitas keseharian mereka. Tapi juga ada yang untuk eksistensi diri atau ingin menunjukkan bahwa mereka juga mampu seperti yang lain," tandas Cleo. (*)

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top