Pemkot Malang Digrebeg KPK, Ada Apa? (45)

Proses Perubahan APBD 2015 Bertabur 'Pesan' Khusus?

Tim Penyidik KPK membawa sejumlah koper berisi barang bukti dari kantor ULP Setda Kota Malang, Jumat (11/8/2017). (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Tim Penyidik KPK membawa sejumlah koper berisi barang bukti dari kantor ULP Setda Kota Malang, Jumat (11/8/2017). (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meski dalam rilis resminya Sabtu (11/8/2017) di Kuningan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menyebut secara rinci berkas-berkas yang disita, tapi ada fakta menarik saat penggeledahan di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Kota Malang. Diindikasikan, ada 'pesan-pesan' khusus dalam pelaksanaan anggaran proyek Jembatan Kedungkandang. 

Setelah penggeledahan selama lima jam mulai pukul 10.00 hingga 15.00, KPK membawa setumpuk barang bukti dari kantor ULP. Setidaknya empat koper dan satu kardus dibawa oleh 12 petugas penyidik antirasuah. Bukan hanya berkas-berkas resmi, beberapa buku catatan tangan atau notes turut dibawa oleh penyidik. "Ada empat buku notes, dokumen yang dibawa hanya catatan tangan itu saja," ujar Kepala ULP Setda Kota Malang Widjaja Saleh Putra. 

"Empat catatan tangan berbeda-beda. Notes milik pribadi, bukan (surat resmi) ULP," tambah Jaya, sapaan akrabnya. Saat didesak apakah catatan tangan itu berisi pesan-pesan khusus terkait proses penganggaran, pria yang telah menjabat selama tiga tahun itu enggan menjawab. "Nggak tahu, malah khawatir keliru. Tapi saya rasa ada yang punya kasubag satu," ujar Jaya. Meski demikian ia enggan menerangkan lebih lanjut. 

Kantor ULP Setda Kota Malang menjadi lokasi terakhir yang digeledah Tim Penyidik KPK RI. Dalam penyidikan perkara tersebut, penyidik sejak Rabu (9/8/2017) sampai Jumat (11/8/2017) menggeledah sejumlah tempat. Penyidikan hari pertama, KPK memeriksa kantor wali kota, dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR), rumah pribadi Jarot, rumah dinas dan pribadi Arief, dan kantor dinas penanaman modal, pelayanan terpadu satu pintu (DPM-PTSP). 

Hari kedua, penggeledahan dilakukan di kantor DPRD Kota Malang, serta rumah dinas dan pribadi wali kota. Sementara Jumat di dua lokasi yakni kantor badan perencanaan, penelitian dan pengembangan (barenlitbang, dulunya badan perencanaan pembangunan daerah/bappeda) serta kantor Unit Layanan Pengadaan (UPL) Setda Kota Malang.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top