Pemkot Malang Digrebek KPK, Ada Apa? (43)

Resmi, KPK Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Suap di Pemkot Malang

Tangkapan layar suasana rilis resmi KPK oleh jubir Febri Diansyah, sore ini di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (11//8/2017).
Tangkapan layar suasana rilis resmi KPK oleh jubir Febri Diansyah, sore ini di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (11//8/2017).

MALANGTIMES - Pertanyaan soal siapa di balik tindak rasuah di Kota Malang akhirnya terjawab. Hari ini Jumat (11/8/2017) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI secara resmi merilis tiga nama tersangka.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan,  Jakarta, petang tadi.

"Terkait kasus di Kota Malang. Ada dua perkara yang disidik melibatkan tiga tersangka," ujar Febri. Dalam dua kasus tersebut, KPK menetapkan Ketua DPRD Kota Malang Moh Arief Wicaksono sebagai tersangka.

Kasus pertama, Arief ditetapkan sebagai tersangka penerima suap berupa hadiah atau janji, yang diduga berasal dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Jarot Edy Sulistyono.

"MAW diduga menerima hadiah atau janji dari JES, Kadis PUPPB Pemkot Malang tahun 2015," kata Febri.

Suap tersebut disebut terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Dalam perkara ini, Arief dan Jarot ditetapkan sebagai tersangka. "Keduanya, MAW dan JES, telah ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.

Pada perkara kedua, lanjut Febri, Arief selaku Ketua DPRD Kota Malang, diduga menerima suap berupa hadiah atau janji terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedung Kandang, dalam APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2016 pada 2015.

Nilai proyek pembangunan jembatan tersebut yakni Rp 98 miliar, yang dikerjakan secara multiyears tahun 2016 sampai 2018. Suap tersebut diduga diberikan oleh Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman.

Pada kasus pertama, Arief selaku penerima suap disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau b, atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Kemudian sebagai pihak pemberi suap di perkara pertama ini, Jarot dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Kemudian pada perkara kedua, Arief selaku penerima suap disangkakan dengan pasal yang sama dengan perkara pertama.

Sementara Komisaris PT EMK Hendarwan selaku pemberi suap di perkara kedua yang melibatkan Arief, disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam kedua kasus tersebut, Arief Wicaksono diduga menerima suap sebesar Rp 950 juta. Dari Jarot, Arief diduga menerima suap sebesar Rp 700 juta.

Gratifikasi ini untuk memuluskan pembahasan P-APBD 2015. Saat itu, Jarot masih menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPU-PPB) Kota Malang. 

Perkara kedua, lanjut dia, terkait penganggaran kembali proyek Jembatan Kedung Kandang pada APBD 2016 di tahun 2015.

Dalam hal ini Arief diduga menerima suap Rp 250 juta dari tersangka lain, yakni Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman.

"Nilai proyek tersebut Rp 98 miliar dengan pengerjaan multiyears yang direncanakan tahun 2016-2018," lanjutnya.

Dalam penyidikan perkara tersebut, lanjut Febri, penyidik sejak Rabu (9/8/2017) sampai hari ini (11/8/2017) menggeledah sejumlah tempat.

Penyidikan hari pertama, KPK memeriksa kantor wali kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), rumah pribadi Jarot, rumah dinas dan pribadi Arief, dan kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). 

Hari kedua, penggeledahan dilakukan di kantor DPRD Kota Malang, serta rumah dinas dan pribadi wali kota.

Sementara hari ini, di dua lokasi yakni kantor badan perencanaan, penelitian dan pengembangan (barenlitbang, dulunya badan perencanaan pembangunan daerah/bappeda) serta kantor Unit Layanan Pengadaan (UPL) Setda Kota Malang.

"Penyidik menyita pembahasan APBD dan proyek yang terkait. Ada juga beberapa Hp unsur pimpinan dan anggota dewan, juga Hp pejabat pengadaan," terangnya. 

Selain itu, tim penyidik juga menyita sejumlah uang dalam beberapa bentuk mata uang. Rinciannya ada Rp 20 juta, 955 dolar singapura, dan 911 ringgit.

"Uang tunai itu dari MAW. Barang bukti ini akan dianalisa dan dipelajari lebih lanjut untuk kebutuhan penyidikan," ujarnya. 

Febri menegaskan bahwa proses  tersebut masih akan berlanjut. "Pemeriksaan saksi dilaksanakan minggu depan di Kota Malang," pungkasnya.

Editor :
Publisher : Angga .
Sumber : Malang TIMES (JatimTimesNetwork)

  • Lagi Tren, Street Wear Adu Warna-Warna Ini

    Pernah dengar istilah hijab street wear? Maknanya adalah padu padan busana yang kamu punya. Pun untuk hijab. Street wear juga membebaskan kamu berkreasi. Umumnya street wear diterapkan di negara-negara maju akan mode sebut saja Jepang dan Perancis. Di neg

  • Pelatih Sriwijaya FC : Kami Bermasalah di Babak Kedua, Arema Bermain Efektif

    Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengakui kekalahan timnya usai dipermalukan 3-0 oleh Arema FC ketika bermain di Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu (21/7/2018).

  • Serunya Petik Sayur Hidroponik di Kota Batu

    Pertanian hidroponik menjadi salah satu alternatifbercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Tak terkecuali di Kota Batu. Di Kota Dingin ini, masyarakat pun pun bisa membeli sayur pada pertanian hidroponik dengan memetik sendiri.

  • Tiga Tradisi Ini Hanya Ada Di Malang, Apa Saja?

    Untuk menjaga tradisi leluhur, Indonesia kerap melaksanakan berbagai macam tradisi untuk terus melestarikannya. Ada banyak hal yang menjadi latar belakang selain hanya melestarikan tradisi, salah satunya adalah menjaga kesakralan wilayah tersebut.

  • Batu Secret Zoo Bakal Miliki Bayi Gajah Lagi

    Setelah kelahiran gajah Sumatera bernama Lili, koleksi Batu Secret Zoo bakal bertambah lagi. Ya saat ini gajah Sumatera Batu Secret Zoo Jawa Timur Park 2 bernama Nazumi sedang mengandung.

  • Kartunis Buat Ilustrasi Merinding Abad Ini, Disaksikan 3 Juta Pasang Mata

    Seorang kartunis bernama Gunduz Agayev membuat warganet tercengang. Tak kurang dari 3,5 juta orang menyaksikan potret yang dilukiskan Agayev lewat ilustrasi yang ia buat. Kartunis asal Azerbaijan itu membuat beragam gambar yang menyindir kondisi dunia sa

  • Belum Semua Aset Pemkot Malang Tersertifikasi Jadi Celah Pindah Tangan

    Kasus penjualan tanah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Malang seperti yang tengah ditangani kejaksaan negeri (kejari) memang rentan terjadi. Pasalnya, sebagian besar aset pemkot saat ini belum memiliki kekuatan hukum berupa sertifikat. Menurut Sekretaris Dae

  • Wali Kota Malang Bakal Sidak Mobil Para ASN, Ada Apa?

    Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang, Sutiaji, mengungkapkan, terkait upaya untuk menekan volume sampah di Kota Malang, pihaknya juga bakal berencana melakukan sidak pada masing-masing mobil dinas yang dipakai oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko

  • Hajar Sriwijaya di Palembang, Arema Duduki Posisi 11

    Arema membuktikan janji untuk merebut kemenangan di kandang Sriwijaya FC Palembang. Dalam laga pekan ke-17 Liga 1 yang digelar di Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu (21/7/2018) sore, Arema membawa pulang tiga poin.

  • Muda-Mudi Indonesia Demam Keke Challenges, Youtuber Ria Ricis Unjuk Aksi

    Setelah mannequin challenge, kini ada lagi satu challenge yang sedang populer di Indonesia. Challenge satu ini banyak dikenal dengan istilah ‘keke challenge’. Keke challenge merupakan sebuah aksi tarian di luar mobil yang sedang berjalan.

  • Saingi Toko Modern, Tiap Tahun Ada Permak Pasar Tradisional

    Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang mengagendakan revitalisasi 22 pasar dari total 28 pasar rakyat yang ada di Kota Malang. Hal ini tentunya untuk semakin meningkatkan daya saing pasar rakyat di Kota Malang dengan menjamurnya toko-toko modern yang saat

  • 281 CJH Kota Batu Berangkat, 134 Risiko Tinggi dan 1 Gagal Naik Haji

    Sebanyak 281 calon jamaah haji (CJH) Kota Batu diberangkatkan menuju tanah suci dari masjid Kementerian Agama Kota Batu di Jl Sultan Agung, Sabtu (21/7/2018). Isak tangis keluarga melepas kepergian sanak saudara maupun orang tua pun melebur dalam pemberan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top