Lantik Pejabat Baru, Rektor UIN Malang Sapu Bersih Prof Mudjia CS dari Rektorat dan Dekanat

Panitia verifikasi seleksi calon wakil rektor dan penjaringan calon dekan UIN Malang.
Panitia verifikasi seleksi calon wakil rektor dan penjaringan calon dekan UIN Malang.

MALANGTIMES - Selesai sudah teka-teki siapa pejabat yang ditunjuk sebagai pengisi wakil rektor dan dekanat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang setelah terpilihnya rektor baru, Prof Abdul Haris. 

Prof Haris tampaknya benar-benar ingin membersihkan gedung rektorat dan para pejabat dekanat dari orang-orang lama yakni para pejabat kubu mantan rektor Prof Mudjia Rahardjo CS. 

Buktinya, dalam prosesi pelantikan wakil rektor dan dekanat yang digelar di gedung rektorat lantai 5 Jumat (11/8/2017), terlihat hampir semua nama yang dipasang adalah nama-nama baru. 

Hanya wakil rektor I bidang akademik dan pengembangan kelembagaan yang masih bertahan di posisinya, yakni Dr HM. Zainuddin. Seperti yang diketahui publik selama ini, Zainuddin merupakan pendukung utama terpilihnya Prof Abdul Haris sebagai rektor baru UIN Maliki Malang.

Selanjutnya, wakil rektor II bidang administrasi umum dan perencanaan diisi Dr H Ilfi Nur Diana MSi. Sedangkan wakil rektor III bidang kemahasiswaan dan kerja sama dijabat Dr KH Isroqunnajach MAg. 

Untuk komposisi dekanat, hampir semua jabatan diisi orang baru. Yakni Dekan Fakultas Syariah Dr H Syaifullah MHum, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Dr H Agus Maimun MPd, Dekan Fakultas Ekonomi Dr H Nur Asnawi MAg, Dekan Fakultas Humaniora dan Budaya Dr Hj Syafiyah MA, Dekan Fakultas Psikologi Dra Hj Siti Mahmudah MSi, Dekan Fakultas Saintek Dr Hj Sri Harini MSi, dan Dekan Fakultas Kedokteran Prof dr Bambang Pardjianto Sp Bp.

Saat disambangi MalangTIMES setelah acara, Rektor Prof Abdul Haris mengungkapkan bahwa pergantian pejabat adalah hal yang wajar di setiap lembaga. Ketika disinggung apakah pejabat yang terpilih semuanya adalah tim suksesnya tatkala pemilihan rektor lalu, Haris menjawab secara diplomatis. 

Menurut dia, ada beberapa persyaratan untuk terpilih sebagai wakil rektor atau jajaran dekanat. Di antaranya, kompetensinya sesuai dengan jabatan yang disandang. Kemudian visi misinya harus jelas untuk memajukan kampus yang beralamat di Jalan Gajayana tersebut.

“Saya tegaskan bahwa pemilihan wakil rektor dan dekanat terbaru tidak ada sangkut pautnya dengan pilrek (pemilihan rektor) kemarin. Hari ini sudah tidak ada kubu-kubuan,” tegas pria kelahiran Lamongan ini kepada MalangTIMES.

Sambil menjawab, pria yang juga menjabat ketua Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Timur itu mengeluarkan berkas dari lacinya yang berisi penetapan hasil verifikasi seleksi calon wakil rektor dan penjaringan calon dekan masa jabatan 2017-2021. 

Dalam kertas tersebut, tertulis nama-nama panitia yang telah menyetuji dengan bukti tanda tangan enam orang. Yakni Dr H Nur Asnawi sebagai ketua panitia, Dr H Muhammad In’am Esha MAg sebagai sekretaris, serta Abdul Aziz MPd, Siti Farkhatul Lu’aini, dan Binti Mu’asomah SPd sebagai anggota. Kemudian berkas itu diketahui dan ditandatangani juga oleh Kepala Biro AUPK Drs Mahfudh Shodar MAg.

“Artinya apa saya menunjukkan ini? Dalam memilih tidak ujug-ujug langsung pilih, tapi ada panitia khusus yang memverifikasi. Sebelum ada penetapan Selasa (8/8/2017) itu, kami sebar blanko pendaftaran calon dekan dan wakil rektor. Dari seluruh pendaftar, kemudian dipilih sesuai dengan kapasitas dan keilmuannya. Jadi, tidak ada itu maslah kubu-kubuan sekarang itu,” ungkapnya.

Menurut Haris, sebelum ditetapkan, ada sembilan dosen yang mendaftar menjadi wakil rektor. Kemudian, untuk dekanat ada 24 dosen. “Ini ada data-datanya. Tapi untuk nama-nama yang mendaftar, saya tidak mau menyebutkan,” ujarnya.

Intinya, Haris berharap, dengan terpilihnya wakil rektor dan dekanat yang baru, pejabat baru tersebut harus bekerja sesuai kapasitasnya dengan maksimal, melakukan kegiatan sesuai dengan tupoksinya, serta mempersiapkan kuliah dalam ajaran baru ini. “Semua yang terpilih harus segera bergerak cepat,” tandasnya.

Sementara itu, menurut sumber internal yang namanya tidak ingin dipublikasikan, sudah ada pembagian jabatan dari dua kubu di wilayah dekanat. “Sudah dibagi masing-masing. Untuk dekan kubunya Prof Haris tiga, dan kubu Prof Mudjia Raharja (rektor lama) ada tiga,” ucapnya. (*)

Pewarta : Muhammad Faishol
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top