Pemkot Malang Digrebek KPK, Ada Apa? (36)

Ini Cerita Miris di Balik Pemeriksaan 13 Jam KPK di Dinas PU Kota Malang

Tim KPK saat penggeledahan di Kantor DPUPR, Rabu (9/8/2017) malam. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Tim KPK saat penggeledahan di Kantor DPUPR, Rabu (9/8/2017) malam. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Di balik pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang pada Rabu (9/8/2017) kemarin yang berjalan selama 13 jam lebih, menyisahkan cerita miris dan mengaharukan.

Pasalnya, selama 13 jam lebih kepala dinas, kepala bidang (kabid), kepala seksi (kasi) dan sebagian pejabat struktural, HP dan KTP mereka disita oleh tim penyidik KPK.

Akibatnya, mereka sama sekali tidak mempunyai akses komunikasi dengan keluarga yang pastinya khawatir dan menunggu kepulanggannya ke rumah.

Pemeriksaan di Kantor DPUPR dimulai pukul 9.30 WIB. Para pejabat struktural di dinas ini harus rela menyerahkan HP mereka untuk disita pihak KPK selama pemeriksaan berjam-jam berlangsung.

Salah satunya dialami seorang pejabat struktural DPUPR yang HP dan KTPnyadisita berinisial WST. Saat ditemui di sela pemeriksaan, raut wajahnya terlihat lesu, sedih dan penuh kekhawatrian. 

Bayangkan, selama 13 Jam ia tidak diperbolehkan meninggalkan tempat dan hanya boleh berkutat di seputaran kantor DPUPR dan tidak bisa menghubungi siapapun termasuk keluarganya..

"Tidak bisa kemana-mana rasanya kayak dipenjara, ya biasa pulang kerja sambil nyusul anak dari sekolah, tapi hari ini ketika ada pemeriksaan KPK jadi tidak bisa menjemput anak. Saya juga tidak bisa memberi kabar kalau orang tuanya ini tidak bisa jemput pulang ke sekolah. Serasa berdosa sekali menerlantarkan anak dan menunggu tanpa ada pemberitahuan dari orang tuanya", jelasnya di sela pemeriksaan.

"Saya juga bingung apa maksud dan tujuanya kami disuruh mengumpulkan HP dan KTP sampai pukul 23.00 WIB. Paling tidak jangan selama itu lah, biar kami bisa menghubungi dan memberi kabar keluarga kalau tidak bisa menjemput maupun guru anak saya. Otomatis kalau kayak begini keluarga akan merasa khawatir akan terjadi apa-apa dengan saya" tambahnya.

Selain WST, kisah haru lainnya juga dialami YL. Kebiasaan pulang kerja pada sore hari yang selalu disambut keluarga, terpaksa harus ditunda saat diperiksa KPK. Bukan karena pemeriksaan KPK, ia merasa bersedih karena merasa mentelantarkan sang anak.

"Serasa kaya mau nangis saya, bukan karena masalah pemeriksaan KPK, melainkan kepikiran anak saya. Biasa habis mahgrib minta disuapin dan tidurnya juga minta saya temenin. Tapi sekarang saya masih di kantor, gak tahu bagaimana nasib anak saya di rumah. Belum lagi mempersiapkan besoknya untuk sekolah, mau menghubungi keluarga di rumah tapi gak hafal nomornya karena nomornya ke save di HP yang disita KPK. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa dengan anak saya di rumah", harap wanita berhijab ini.

Selain itu, hal yang membuat lebih miris lagi akibat adanya pemeriksaan KPK adalah ketika mereka mengalami keterlambatan pencairan gaji, dimana pada saat itu mereka sangat membutuhkan.

"Ya mau bagaimana lagi, seharusnya gaji cair Rabu (9/8/2017), tapi dengan adanya pemeriksaan KPK jadi mundur. Padahal saya sudah bilang ke keluarga kalau gajinya cair Rabu untuk membayar hutang. Jadi tak suruh untuk hutang lagi untuk kebutuhan di rumah, ya mudah-mudahan tidak terkendala masalah gaji dan mundur lagi," tandas GG salah satu pegawai outsourching di Kantor DPUPR Kota Malang.

Editor :
Publisher : Raafi Prapandha

  • Lagi Tren, Street Wear Adu Warna-Warna Ini

    Pernah dengar istilah hijab street wear? Maknanya adalah padu padan busana yang kamu punya. Pun untuk hijab. Street wear juga membebaskan kamu berkreasi. Umumnya street wear diterapkan di negara-negara maju akan mode sebut saja Jepang dan Perancis. Di neg

  • Pelatih Sriwijaya FC : Kami Bermasalah di Babak Kedua, Arema Bermain Efektif

    Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengakui kekalahan timnya usai dipermalukan 3-0 oleh Arema FC ketika bermain di Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu (21/7/2018).

  • Serunya Petik Sayur Hidroponik di Kota Batu

    Pertanian hidroponik menjadi salah satu alternatifbercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Tak terkecuali di Kota Batu. Di Kota Dingin ini, masyarakat pun pun bisa membeli sayur pada pertanian hidroponik dengan memetik sendiri.

  • Tiga Tradisi Ini Hanya Ada Di Malang, Apa Saja?

    Untuk menjaga tradisi leluhur, Indonesia kerap melaksanakan berbagai macam tradisi untuk terus melestarikannya. Ada banyak hal yang menjadi latar belakang selain hanya melestarikan tradisi, salah satunya adalah menjaga kesakralan wilayah tersebut.

  • Batu Secret Zoo Bakal Miliki Bayi Gajah Lagi

    Setelah kelahiran gajah Sumatera bernama Lili, koleksi Batu Secret Zoo bakal bertambah lagi. Ya saat ini gajah Sumatera Batu Secret Zoo Jawa Timur Park 2 bernama Nazumi sedang mengandung.

  • Kartunis Buat Ilustrasi Merinding Abad Ini, Disaksikan 3 Juta Pasang Mata

    Seorang kartunis bernama Gunduz Agayev membuat warganet tercengang. Tak kurang dari 3,5 juta orang menyaksikan potret yang dilukiskan Agayev lewat ilustrasi yang ia buat. Kartunis asal Azerbaijan itu membuat beragam gambar yang menyindir kondisi dunia sa

  • Belum Semua Aset Pemkot Malang Tersertifikasi Jadi Celah Pindah Tangan

    Kasus penjualan tanah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Malang seperti yang tengah ditangani kejaksaan negeri (kejari) memang rentan terjadi. Pasalnya, sebagian besar aset pemkot saat ini belum memiliki kekuatan hukum berupa sertifikat. Menurut Sekretaris Dae

  • Wali Kota Malang Bakal Sidak Mobil Para ASN, Ada Apa?

    Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang, Sutiaji, mengungkapkan, terkait upaya untuk menekan volume sampah di Kota Malang, pihaknya juga bakal berencana melakukan sidak pada masing-masing mobil dinas yang dipakai oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko

  • Hajar Sriwijaya di Palembang, Arema Duduki Posisi 11

    Arema membuktikan janji untuk merebut kemenangan di kandang Sriwijaya FC Palembang. Dalam laga pekan ke-17 Liga 1 yang digelar di Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu (21/7/2018) sore, Arema membawa pulang tiga poin.

  • Muda-Mudi Indonesia Demam Keke Challenges, Youtuber Ria Ricis Unjuk Aksi

    Setelah mannequin challenge, kini ada lagi satu challenge yang sedang populer di Indonesia. Challenge satu ini banyak dikenal dengan istilah ‘keke challenge’. Keke challenge merupakan sebuah aksi tarian di luar mobil yang sedang berjalan.

  • Saingi Toko Modern, Tiap Tahun Ada Permak Pasar Tradisional

    Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang mengagendakan revitalisasi 22 pasar dari total 28 pasar rakyat yang ada di Kota Malang. Hal ini tentunya untuk semakin meningkatkan daya saing pasar rakyat di Kota Malang dengan menjamurnya toko-toko modern yang saat

  • 281 CJH Kota Batu Berangkat, 134 Risiko Tinggi dan 1 Gagal Naik Haji

    Sebanyak 281 calon jamaah haji (CJH) Kota Batu diberangkatkan menuju tanah suci dari masjid Kementerian Agama Kota Batu di Jl Sultan Agung, Sabtu (21/7/2018). Isak tangis keluarga melepas kepergian sanak saudara maupun orang tua pun melebur dalam pemberan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top