Kafe Unik di Malang Ini Ajak Pengunjungnya Temukan Jati Diri

Suasana Garuda Rising, pengunjung Oase Cafe and Literacy sedang berdiskusi menggunakan bahasa Inggris
Suasana Garuda Rising, pengunjung Oase Cafe and Literacy sedang berdiskusi menggunakan bahasa Inggris

MALANGTIMES- Ingin ngopi sekaligus menemukan jati diri? Rasanya kafe yang satu ini pas banget, yakni Oase Cafe and Literacy yang berslogan “Temukan Jati Dirimu Disini”.

Kafe tersebut atas inisiatif tiga anak muda kreatif yakni, Al Muiz Liddinillah, Hafidz Fajri Ramadhan, dan Mohammad Fauzan. Latar belakang berorganisasi ketiga pemuda inilah yang membuat kafe mempunyai konsep yang berbeda dari kafe lainnya, yakni memiliki daya tawar lebih bagi banyak komunitas dan organisasi.

Salah satu penggagas kafe, Al Muiz Lidinillah mengungkapkan bahwa kafe yang memiliki slogan “Temukan Jati Dirimu Disini” ini dikenal banyak kalangan sebagai kafe pluralisme. Pasalnya, ada banyak komunitas, organisasi kemahasiswaan, organisasi pemuda, organisasi daerah, dosen, mahasiswa bahkan warga asing pun menjadikanya sebagai tujuan nongkrong.

Tak pelak, kafe yang terletak di Jalan Joyoutomo V blok F No 1 Merjosari ini  setiap harinya selalu ramai dengan pengunjung.

“Kafe in dibuat tidak hanya atas dasar kebutuhan pribadi tetapi kebutuhan banyak orang untuk mendapatkan ruang berkumpul, berdiskusi, dan berkreasi. Oase juga diperuntukkan bagi semua kalangan, baik mahasiswa, dosen, tua muda, tidak ada bedanya di kafe ini. Ya perkiraan ada 150 orang yang berkunjung lah mas setiap harinya,” ujarnya kepada MalangTIMES, Selasa (8/8/2017).

Dengan puluhan buku yang berjajar rapi di dinding, membuat kafe ini semakin digandrungi oleh para pecinta ilmu. Selain itu, fasilitas lain yang digelar oleh Oase Cafe and Literacy adalah ruang diskusi yang diberi nama dengan Garuda Rising dan Kelas Filsafat.

“Ada banyak kajian yang terus kita selenggarakan. Namun yang khsusus adalah Garuda Rising yang bekerja sama dengan Gusdurian Kota Malang. Di acara ini semua orang yang ada di Oase bebas untuk ikut berlatih menguasai bahasa inggris sambil bermain-main. Selain itu, ada juga kelas filsafat yang diisi oleh pemateri kenamaan. Di antaranya, John Roosa, Gus Dhofir, dan Bu Ulfa. Beliau-beliau ahli semua di bidang filsafat,” terangnya.

Harapannya, masih kata Muiz, Oase bisa terus menjadi kafe yang turut mencerdaskan generasi bangsa dengan kopi khas nusantara dan buku di rak yang bisa dibaca sukarela oleh pengunjung di sini.

“Dengan adanya Oase Cafe and Literacy ini, saya berharap ngopi adalah aktivitas produktif untuk terus berdiskusi dan berkreasi,” pungkasnya.

Tercatat, komunitas dan orgasisasi yang sering menggunakan Oase Cafe and Literacy sebagai ruang berdiskusi adalah Gubuk Tulis, Gusdurian Malang, Pelangi Sastra, Sabda Perubahan, Organisasi Daerah, Organisasi Ekstra Kampus , dan masih banyak lainnya.

Pewarta : Muhammad Faishol
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top