Nikmati Sensasi Timur Tengah di Cafe Yala Eatery Yuk

Yala Eatery dengan tagline #ayomangan menyambut pengunjung dengan hangat (foto: Ira Pudjosakti for MalangTIMES)
Yala Eatery dengan tagline #ayomangan menyambut pengunjung dengan hangat (foto: Ira Pudjosakti for MalangTIMES)

MALANGTIMES- Hey good people, weekend lagi nih! Yes, waktunya buat hang-out atau sekedar refreshing bersama orang terkasih.

Apalagi kalau kalian kebetulan lagi weekend di Malang. Jauh-jauh ke Malang tanpa berwisata kuliner itu engga afdol banget dan kali ini jurnalis MalangTIMES pengen kasih referensi satu cafe yang asik banget buat dipakai nongkrong. Cafe ini bernama Yala Eatery, satu-satunya cafe bernuansa khas Timur Tengah di Kota Malang.

Lokasinya di Jl. M.T. Haryono 127, cafe yang baru aja buka awal April 2017 ini punya menu khas Timur Tengah, bagi kalian yang suka banget explore kuliner udah pasti cafe ini masuk daftar wajib dikunjungi. Disambut interior cafe yang cerah dengan perpaduan warna orange pada dinding dan merah pada sofanya ditambah dengan tirai khas Timur Tengah, serasa kita berada di dunia dongeng 1001 malam.

Disambut ramah oleh Marketing Communications Yala Eatery, Alfiyatuz Zahro Firdhousy, MalangTIMES disuguhi menu yang benar-benar menggugah selera, ada Russian soup yaitu Borsch yang sudah sedikit dimodifikasi agar sesuai dengan lidah Indonesia, sup ini berisi buah bit yang sudah diblender, kentang, kol, wortel, dan bumbu rahasia disajikan dengan topping irisan daging ayam dan bawang merah goreng.

Rasanya yang sedikit pedas sungguh nikmat dinikmati di kala dingin, nikmat banget! Sup ini juga cocok untuk kalian yang lagi diet loh.

Berikutnya ada Shorba yaitu bubur gandum yang dibumbui dengan aneka rempah khas Timur Tengah ditambah cincangan daging kambing, bubur ini meledak banget di mulut. Enak banget ! 

Selanjutnya ada Nasi Goreng Maroko yaitu; nasi goreng berbumbu khas Timur Tengah dengan irisan daging kambing, disajikan dengan telur mata sapi, sungguh menggugah selera!

Menu paling hits di Yala adalah Kambing Oven Maroko, dimasak secara perlahan dalam oven dengan bumbu khas Timur Tengah, masakan yang satu ini benar-benar wajib dicoba.

"Kambing Oven Maroko ini memang dimasak secara perlahan supaya bumbunya meresap dan dagingnya lembut ketika disantap. Yang kita pakai juga daging kambing muda ya, supaya tidak keras tekstur dagingnya," papar Asisten Cook Yala, Ardi Anugrah Prasetya yang asli dari Jembrana Bali ini.

Ditutup dengan Kopi Arab yaitu kopi yang kaya dengan rempah seperti jahe, kayu manis, kapulaga, rasanya mungkin agak beda tapi nikmat! Salah satu minuman andalan cafe ini memang Kopi Arab dan Kopi Turki, kopi ini disajikan dalam ibrik yang memang biasanya dipakai dalam penyajian Kopi Arab.

"Hanya penyajiannya lebih kental mirip espresso untuk Kopi Turki, tapi jumlahnya lebih banyak," jelas Iswandi, barista Yala Eatery ketika dikonfirmasi beda Kopi Arab dan Kopi Turki. 

Bagi yang engga terlalu suka daging kambing, jangan kuatir, selain Yala Arabian Food ada juga Yala Local Food. Kalian bisa menikmati menu Chicken Blizz yaitu; chicken fillet yang disajikan dengan saus black pepper dan aneka sayuran atau Chicken Chiz; chicken fillet yang disiram saus keju, dua-duanya juga enak. Atau mencoba Rice Bowl Yala yaitu; chicken rice bowl, mix rice bowl, chicken bucket, ataupun chicken wings. Cocok nih untuk menu makan siang bagi yang ngantor, bisa order via Go-Food loh.

Untuk yang ingin mengadakan meeting di luar kantor atau gathering kecil-kecilan bisa juga reservasi tempat di Yala, tersedia VIP Room berkapasitas lebih kurang 15 orang yang dilengkapi dengan LCD dan proyektor. Untuk reservasi bisa langsung hubungi di nomOr : 08113664466 di jam kerja ya.

Untuk range harga yang ditawarkan oleh Yala Eatery ini termasuk sangat ramah di kantong; untuk minuman antara Rp 5000 sampai dengan RP 19.000, dessert mulai Rp 17.500 sampai dengan Rp 21.500, dan makanan dari harga Rp 8000 sampai dengan Rp 35.000. Kalau lagi ada acara bisa pesan nasi kotak juga loh di sini, harganya mulai Rp 15.000 sampai dengan Rp 25.000 aja.

"Di Yala Eatery ini kita suguhkan modern Arabian taste, mbak. Yaitu menu khas Timur Tengah yang sudah dimodifikasi supaya sesuai dengan lidah orang Indonesia. Semua bahan dan olahan kita ini halal. Rempah-rempah juga ada yang kita datangkan langsung dari daerah Arab untuk menjaga keaslian rasa," ungkap Fifi, sapaan akrab Marketing Communications Yala Eatery ini.

Sasaran utama Yala adalah kalangan mahasiswa, itulah kenapa harga-harga yang ditawarkan engga ada yang mahal, tapi seiring berjalannya waktu, Yala juga banyak dikunjungi oleh pelanggan yang datang bersama keluarganya terang Fifi lebih lanjut.

So, tunggu apalagi? Sempatkan untuk datang ke Yala Eatery, nikmati sensasi cafe bernuansa Timur Tengah dengan hidangannya yang nikmat banget ini. Intip juga IG dan Fb cafe ini di : yala_eatery untuk update terbaru tentang cafe ini.
And have a great - bless weekend, everyone !

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha

  • Lagi Tren, Street Wear Adu Warna-Warna Ini

    Pernah dengar istilah hijab street wear? Maknanya adalah padu padan busana yang kamu punya. Pun untuk hijab. Street wear juga membebaskan kamu berkreasi. Umumnya street wear diterapkan di negara-negara maju akan mode sebut saja Jepang dan Perancis. Di neg

  • Pelatih Sriwijaya FC : Kami Bermasalah di Babak Kedua, Arema Bermain Efektif

    Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengakui kekalahan timnya usai dipermalukan 3-0 oleh Arema FC ketika bermain di Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu (21/7/2018).

  • Serunya Petik Sayur Hidroponik di Kota Batu

    Pertanian hidroponik menjadi salah satu alternatifbercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Tak terkecuali di Kota Batu. Di Kota Dingin ini, masyarakat pun pun bisa membeli sayur pada pertanian hidroponik dengan memetik sendiri.

  • Tiga Tradisi Ini Hanya Ada Di Malang, Apa Saja?

    Untuk menjaga tradisi leluhur, Indonesia kerap melaksanakan berbagai macam tradisi untuk terus melestarikannya. Ada banyak hal yang menjadi latar belakang selain hanya melestarikan tradisi, salah satunya adalah menjaga kesakralan wilayah tersebut.

  • Batu Secret Zoo Bakal Miliki Bayi Gajah Lagi

    Setelah kelahiran gajah Sumatera bernama Lili, koleksi Batu Secret Zoo bakal bertambah lagi. Ya saat ini gajah Sumatera Batu Secret Zoo Jawa Timur Park 2 bernama Nazumi sedang mengandung.

  • Kartunis Buat Ilustrasi Merinding Abad Ini, Disaksikan 3 Juta Pasang Mata

    Seorang kartunis bernama Gunduz Agayev membuat warganet tercengang. Tak kurang dari 3,5 juta orang menyaksikan potret yang dilukiskan Agayev lewat ilustrasi yang ia buat. Kartunis asal Azerbaijan itu membuat beragam gambar yang menyindir kondisi dunia sa

  • Belum Semua Aset Pemkot Malang Tersertifikasi Jadi Celah Pindah Tangan

    Kasus penjualan tanah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Malang seperti yang tengah ditangani kejaksaan negeri (kejari) memang rentan terjadi. Pasalnya, sebagian besar aset pemkot saat ini belum memiliki kekuatan hukum berupa sertifikat. Menurut Sekretaris Dae

  • Wali Kota Malang Bakal Sidak Mobil Para ASN, Ada Apa?

    Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang, Sutiaji, mengungkapkan, terkait upaya untuk menekan volume sampah di Kota Malang, pihaknya juga bakal berencana melakukan sidak pada masing-masing mobil dinas yang dipakai oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko

  • Hajar Sriwijaya di Palembang, Arema Duduki Posisi 11

    Arema membuktikan janji untuk merebut kemenangan di kandang Sriwijaya FC Palembang. Dalam laga pekan ke-17 Liga 1 yang digelar di Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu (21/7/2018) sore, Arema membawa pulang tiga poin.

  • Muda-Mudi Indonesia Demam Keke Challenges, Youtuber Ria Ricis Unjuk Aksi

    Setelah mannequin challenge, kini ada lagi satu challenge yang sedang populer di Indonesia. Challenge satu ini banyak dikenal dengan istilah ‘keke challenge’. Keke challenge merupakan sebuah aksi tarian di luar mobil yang sedang berjalan.

  • Saingi Toko Modern, Tiap Tahun Ada Permak Pasar Tradisional

    Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang mengagendakan revitalisasi 22 pasar dari total 28 pasar rakyat yang ada di Kota Malang. Hal ini tentunya untuk semakin meningkatkan daya saing pasar rakyat di Kota Malang dengan menjamurnya toko-toko modern yang saat

  • 281 CJH Kota Batu Berangkat, 134 Risiko Tinggi dan 1 Gagal Naik Haji

    Sebanyak 281 calon jamaah haji (CJH) Kota Batu diberangkatkan menuju tanah suci dari masjid Kementerian Agama Kota Batu di Jl Sultan Agung, Sabtu (21/7/2018). Isak tangis keluarga melepas kepergian sanak saudara maupun orang tua pun melebur dalam pemberan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top