Tindaklanjuti Pertemuan Informal, PKS Temui Abah Anton

Abah Anton (dua dari kiri) bersama Ketua DPD PKS kota Malang Ernanto Joko dalam silaturahim PKS-PKB, Kamis (27/7). (Foto: Istimewa)
Abah Anton (dua dari kiri) bersama Ketua DPD PKS kota Malang Ernanto Joko dalam silaturahim PKS-PKB, Kamis (27/7). (Foto: Istimewa)

Setelah Partai Hanura, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat melakukan pertemuan dengan DPC PKB, kini giliran DPD PKS Kota Malang membuka komunikasi politik dengan partai yang dipimpin H Moch Anton tersebut. 

Pertemuan yang digelar terbuka di Baiduri Sepah, Kamis (27/7/2017) ini merupakan pertemuan formal yang pertama kali digelar. Hal ini diungkapkan ketua DPD PKS Kota Malang Ernanto Joko. 

"Ini formalnya, sebelumnya sudah komunikasi secara informal. Lewat pertemuan-pertemuan semacam ini lah yang nantinya akan menentukan bagaimana kami akan meramaikan Pilwali," terang Ernanto. 

Menurut Ernanto, pertemuan awal ini belum bisa dijadikan pondasi bagaimana kedua partai akan bergerak. Meskipun terbuka peluang untuk berkoalisi, namun dirinya menolak untuk terburu-buru menentukan langkah politik selanjutnya. 

"Nanti ada diskusi lagi. Karena kita harus melihat semua komunikasi,"imbuhnya. 

Enanto mengaku telah mempersiapkan nama-nama yang kemungkinan akan diusung dalam pilkada mendatang. Nama-nama calon itu disiapkannya baik dari internal partai maupun eksternal. 

"Secara internal kami siapkan calon internal dan eksternal, kalau internal ada empat. Dari internal semua anggota dewan kita, kemudian ketua DPD kalau saya ditunjuk, satu lagi dari DPW. Kalau eksternal Abah Anton, ada juga dari jajak pendapat dengan kader. Siapa pun nanti yang pasti bisa mewakili karakter Kota Malang, " bebernya.

Dalam kesempatan yang sama Abah Anton sebagai tuan rimah menyampaikan hal yang sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Dia mengatakan, pertemuan ini sebagai awal yang baik dan sebagai bentuk perkenalan antar partai sebagai pembuka komunikasi politik. Apalagi PKB dan PKS memiliki kesamaan, yaitu sama-sama bernaung di bawah ulama.

"Ini adalah awal yang bagus, semakin sering komunikasi dan bertemu InsyaAllah apa yang jadi harapan dan keinginan masyarakat mudah diraih dengan sinergi yang baik," ujar Anton. 

Anton menambahkan, peluang koalisi begitu terbuka, sebab PKB dalam legislatif hanya memiliki 6 kursi. Jumlah ini tentu tidak memenuhi persyaratan untuk maju pada Pilkada sebab untuk maju membutuhkan 9 kursi.

"PKB sendiri nggak akan bisa menyelesaikan tanpa kerjasama. Yang jelas kami terbuka tangan kepada siapa pun untuk bersama-sama dalam rangka membangun Kota Malang," tandasnya.

Pewarta : Hezza Sukmasita
Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top