Berkat GPS, Polres Malang Sukses Bekuk Pelaku Curanmor di Lumajang

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni, Wakapolres Malang Kota Kompol Nandu Dyananta dan Kasat Reskrim AKP HeruDwi Purnomo (dari kiri) (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Marhaeni, Wakapolres Malang Kota Kompol Nandu Dyananta dan Kasat Reskrim AKP HeruDwi Purnomo (dari kiri) (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Nasib nahas dialami pelaku curanmor asal Pasirian, Lumajang yakni MA (38) yang beraksi di Kota Malang pada Minggu (16/7/2017). Pelariannya dengan motor curiannya gagal setelah petugas berhasil mengendus keberadaannya melalui Global Positioning System (GPS) yang terpasang di motor.

Selain itu, ia pun harus meregang nyawa setelah upaya petugas dari jajaran Polres Malang Kota berusaha menangkap pelaku dibalas dengan perlawanan menggunakan pisau sangkur.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan melalui Waka Polres Malang Kota Kompol Nandu Dyananta mengatakan, pencurian sepeda motor tersebut dilakukan pelaku di halaman parkir sebuah warnet yang berada di Klayatan Sukun, tepatnya di warnet Jaya Net.

"Sepeda motor yang diambil berjenis Honda Beat hitam, bernopol N 2435 AAB milik Simon, warga asli Flores yang tinggal di daerah Sukun, pelaku ngambilnya sekitar pukul 20.00 wib," tandasnya usai rilis sore ini, Senin (17/7/2017).

Lanjutnya, setelah korban melapor bahwa sepeda motornya hilang ke Polsek Sukun, maka langsung diteruskan petugas dengan melakukan pengejaran dimana dari GPS didapati pelaku menuju Lumajang.

Sampai di daerah Pronojiwo, Lumajang, pelaku berhenti karena ia tahu sedang dikejar, dan akhirnya berpisah dengan temannya. Pelaku lalu masuk ke jalan kampung yang memang akses medannya sangat terjal sehingga tidak bisa dilalui mobil petugas.

"Setelah itu, pelaku berlari di sekitar persawahan, namun empat petugas sudah berpencar mengepung pelaku, nah ketika sudah terkepung, pelaku akhirnya nekat mengeluarkan sebuah sangkur mencoba melawan petugas," ungkapnya.

"Ya karena kaget kok tiba-tiba ada petugas itu dia mengeluarkan sangkur. Meski petugas sebelumnya memberikan peringatan, namun pelaku tidak mengindahkan peringatan petugas dan malah mencoba melawan, akhirnya karena membahayakan petugas terpaksa langsung dilumpuhkan dengan timah panas," imbuhnya.

Setelah itu, petugas langsung membawa pelaku menuju rumah sakit. Namun dalam perjalanan pelaku menghembuskan nafas terakhir

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top