16 Puskesmas di Kota Malang Ditarget Lolos Akreditasi dari Kementerian Kesehatan

Wali Kota Malang, H. M. Anton dalam sambutannya menginginkan 16 puskesmas se-Kota Malang lolos akreditasi pelayanan keaehatan dari Kemenkes. (foto : Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Wali Kota Malang, H. M. Anton dalam sambutannya menginginkan 16 puskesmas se-Kota Malang lolos akreditasi pelayanan keaehatan dari Kemenkes. (foto : Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Malang HM Anton menargetkan 16 puskesmas di Kota Malang lolos akreditasi pelayanan kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal itu diungkapkan Abah Anton saat menerima kunjungan tim surveyor Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, di Puskesmas Arjuno, Jalan Simpang Arjuno Kota Malang, Senin (17/7/2017). 

"Harapan saya 16 Puskesmas di Kota Malang bisa lolos akreditasi pelayanan kesehatan dari Kemenkes. Tujuannya tidak lain agar Puskesmas yang ada ini mampu memberikan layanan kesehatan yang baik kepada masyarakat sampai derajat paripurna," kata suami Umi Farida tersebut.

Lebih lanjut Abah Anton menerangkan bahwa memberikan pelayanan kesehatan sangat penting melihat BPJS sekarang ini menjadi andalan masyarakat dalam mendapatkan akses kesehatan yang terjangkau. 

"Karena itu, kami berharap sekali Puskesmas di Kota Malang mendapat akreditiasi untuk peningkatan layanan kesehatan sehingga keselamatan pasien akan lebih terjamin," ucap Abah Anton.

Sementara itu, rombongan tim surveyor yang dipimpin oleh Hendro Santoso ini akan melihat berbagai hal terkait dengan standart pelayanan yang ada di Puskesmas. 

Tim akan melakukan pemotretan terhadap beberapa puskesmas yang ada di Kota Malang untuk dijadikan contoh yang selanjutnya akan jadi data hasil visitasi sebagai landasan untuk pemberian akreditasi kepada Puskesmas se Kota Malang.

Hendro mengatakan, pihaknya akan memotret tiga komponen dasar yakni administrasi dan manajemen, upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Nantinya semua komponen itu akan dibandingkan dengan standart akreditasi yang ada.

"Standar akreditasi bagi Puskesmas ini sangat penting bagi pelayanan kesehatan di masa mendatang," papar Hendro.

Dijelaskan Hendro hasil akreditasi ini akan menjadi acuan bagi Puskesmas untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. 

Artinya, jika ada puskesmas yang tidak lolos akreditasi, maka pada tahun 2020 mendatang tidak boleh menerima pelayanan dengan fasilitas BPJS Kesehatan. "Akreditasi akan berdampak pada kontrak kerjasama dengan BPJS," tukasnya.

Survei FKTP ini lanjut Hendro memiliki tiga tujuan utama yakni meningkatkan pelayanan kesehatan, standarisasi keselamatan pasien dan juga sistem administrasi Puskesmas agar bisa berjalan dengan baik pada masa mendatang.

 

Pewarta : Imam Syafii
Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top