Kios Pertamini Menjamur, Bencana Mengancam (5-habis)

Polisi akan Dalami Kemungkinan Adanya Pelanggaran Penjualan BBM oleh Pertamini

Bisnis BBM eceran dengan mesin Pertamini menjadi sorotan polisi (Foto : google image)
Bisnis BBM eceran dengan mesin Pertamini menjadi sorotan polisi (Foto : google image)

MALANGTIMES - Praktek penjualan Bahan Bakar Minyak(BBM) eceran menggunakan mesin Pertamini tidak hanya disorot Pertamina dan masyarakat umum lantaran ilegal dan sering menimbulkan bencana kebakaran, bisnis ini juga mulai didalami kepolisian.

Aparat hukum ini akan mengumpulkan data-data insiden kebakaran yang terjadi di Indonesia akibat kecerobohan pengelola Pertamini.

Kasus demi kasus ini akan dijadikan acuan untuk melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar peristiwa serupa tidak terjadi di Kota Malang.

Namun demikian, untuk tindakan hukum tidak bisa serta merta diambil lantaran hal ini harus bersumber dari kejadian di lapangan atau adanya aduan langsung dari  masyarakat.

Kapolres Malang Kota AKBP Hoirudin Hasibuan mengungkapkan saat ini pihaknya memang belum mendapatkan informasi terkait insiden-insiden kebakaran yang disebabkan oleh Pertamini di Kota Malang.

"Belum mas, belum melakukan pemantauan. Ini kami baru dapat informasi . Nanti akan kita dalami lagi agar peristiwa kebakaran di tempat lain tidak terjadi di Kota Malang,” tegas Hoirudin

Polisi tidak bisa serta merta melakukan tindakan hukum lantaran selama ini belum ada aturan tegas sebagai acuan menindak Pertamini yang melakukan pelanggaran di lapangan.

Aturan yang dipakai selama ini adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas (Migas). Menurut Pasal 55 UU Migas, mereka yang meniagakan BBM subsidi secara ilegal akan diberi sanksi tegas.

Sementara itu, Satpol PP Kota Malang juga mengaku tidak bisa berbuat banyak lantaran belum memiliki payung hukum untuk menindak Pertamini yang tersebar hampir merata di seluruh pelosok Kota Malang.

"Memang sejauh ini, belum ada aturan yang jelas, selain itu juga belum ada pembahasan di Pemkot yang mengarah pada persoalan ini," tandas Priyadi, Kepala Satpol PP Kota Malang.

Namun demikian, jika melihat bahayanya manakala Pertamini ini tak beriziin dan tidak terjamin keamanannya seharusnya ditertibkan.

"Namaun jika memang ada upaya untuk melegalkannya maka harus segera dibahas, supaya segera jelas aturan mainnya, " bebernya.

Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top