Kios Pertamini Menjamur, Bencana Mengancam (4)

Meski Desain dan Modelnya Mirip, Pihak Pertamina Tegas Nyatakan Pertamini Ilegal

Pertamini dinyatakan ilegal oleh Pertamina (Foto via google image)
Pertamini dinyatakan ilegal oleh Pertamina (Foto via google image)

MALANGTIMES - Maraknya keberadaan mesin pengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) digital yang dikenal dengan istilah Pertamini direspons agak keras oleh Pertamina.

Meskipun dari sisi desain dan modelnya mirip dengan mesin yang dipakai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) namun pihak Pertamina menyatakan dengan tegas bahwa Pertamini Ilegal.  

Area Manager Communications & Relations,  Marketing Operation Region (MOR) V PT Pertamina, Heppy Wulansari mengatakan keberadaan Pertamini ini ilegal dan bukan penyalur resmi BBM dari Pertamina sehingga keberadaannya pun sama sekali tidak ada kaitannya dengan PT Pertamina.

"Penyalur resmi Pertamina kan SPBU. Kalau di daerah ada agen penjualan SPBU. Tapi jumlah BBM yang disalurkan lebih sedikit,"bebernya

"Kami melihat mereka seperti pengecer lainnya, namun menggunakan alat lebih modern. Hanya saja, penggunaan nama mereka mirip dengan Pertamina termasuk warna dan model yg digunakan di lapangan," imbuhnya.

Karena itu pihaknya berharap agar masyarakat membeli bahan bakar di tempat yang resmi demi menghindari  hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami menyarankan masyarakat untuk membeli bahan bakar di SPBU karena kami menjamin kualitas produk dan tentunya harganya juga lebih murah dibandingkan di penjual eceran,"jelasnya.

"Dan kami tidak bisa berkomentar banyak tentang hal ini, karena Pertamini  memang  bukan bagian dari kami," tegasnya.

Namun demikian, pihak Pertamina mengaku tidak bisa berbuat banyak  apalagi memberantas keberadaan penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan mesin Pertamini  meskipun mereka jelas-jelas ilegal.

"Karena kami bukan regulator maka kami juga tidak bisa melakukan tindakan hukum. Dan mereka jelas bukan bagian dari kami. Mereka juga bukan penyalur resmi, keberadaannya sama seperti pedagang eceran," ungkapnya.

Seharusnya ada yang memantau penjualan BBM ini sebab berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas, keberadaan Pertamini sebagai pedagang eceran biasa sama-sama dianggap ilegal.  Pasal 55 UU Migas menyatakan siapapun yang meniagakan BBM subsidi secara ilegal akan dikenakan denda sesuai ketentuan.

"Karena yang dijual itu kan BBM, seharusnya ada pengawasan dari badan pengawas, agar bisa ditertibkan oleh pihak yang berwenang, entah itu kepolisian atau Pemerintah setempat" tandasnya.

Apalagi, keberadan Pertamini  juga belum terjamin keamanannya sehingga rentan terjadi kebakaran dan  takarannya hampir dipastikan tidak tepat sesuai ketentuan.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top