Pemkot Malang Targetkan Agustus Semua Hippam Berbadan Hukum

(Dari kanan) Ketua Hippam Kota Malang Arif Adi Rendra, Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso, Kabid Amal DPUPR Kota Malang Yuni Lestari memaparkan penguatan pengelolaan Hippam di Kota Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
(Dari kanan) Ketua Hippam Kota Malang Arif Adi Rendra, Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso, Kabid Amal DPUPR Kota Malang Yuni Lestari memaparkan penguatan pengelolaan Hippam di Kota Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan Agus mendatang, semua Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) di Kota Malamg harus berbadan hukum.

Kepala DPUPR Kota Malang Ir Hadi Santoso mengatakan, maksud dan tujuan Hippam berbadan hukum untuk memudahkan masyarakat dengan pemerintah dalam menjalankan program secara kelembagaan. Sebab, pengelolaan air Hippam itu sudah diatur dalam Kementerian Dalam Negeri yang berbadan hukum Indonesia.

"Saya sudah mengonsep lama Hippam harus memiliki badan hukum. Sebab, Hippam di Kota Malang semuanya belum berbadan hukum Indonesia. Karena itu, saya menarrgetkan Agustus mendatang 39 pengurus Hippam di Kota Malang harus sudah selesai mengurusnya," kata pria yang akrab disapa Soni itu dalam sambutannya saat sosialisasi penguatan pengelolaan Hippam yang dihadiri 39 pengurus Hippam se-Kota Malang di Kantor DPUPR Kota Malang. Senin(17/7/2017).

Selain itu, jika Hippam sudah berbadan hukum, pasti laporan keuangannya, seperti laporan pajak, secara otomatis akan tertib dan tersistematis dengan sendirinya. "Kalau dua opsi ini tertib, pasti laporan teknis akan teratasi. Kan semuanya tinggal sistem gravitasi saja untuk menyalurkan air," bebernya.

Menurut Soni, dalam mengurus administrasi Hippam yang berbadan hukum, sekarang prosesnya sangat mudah dan cepat. "Kalau semua Hippam sudah berbadan hukum, kan memudahkan kami ketika mereka mengajukan program-programnya. Sehingga supporting dari kami nanti akan mudah dan bisa dipertanggungjawabkan," jelas Soni.

Lebih lanjut Soni berpesan Hippam tidak hanya difungsikan untuk pengairan saja. Dia menginginkan Hippam bisa juga dimanfaatkam untuk konservasi lahan (sumber air). "Hippam konservasi lahan misalkan untuk penanaman tanaman yang menghasilkan nilai jual ekonomi seperti digunakan untuk menanam tanaman sono atau tanaman lainnya," ungkapnya di hadapan puluhan pengurus Hippam se-Kota Malang.

Di samping itu, kegiatan tersebut dihadiri Kabid Air Minum dan Air Limbah (Amal) DPUPR Kota Malang Yuni Lestari dan Ketua Hippam Kota Malang Arif Adi Rendra. (*)

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top