Mengawal Malang Jadi Kota Mode

Busana Desainer Malang Ini Laku Keras di Hongkong

Desainer asal Malang Andy Sugix saat ditemui di sebuah kafe di Kota Malang. (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)
Desainer asal Malang Andy Sugix saat ditemui di sebuah kafe di Kota Malang. (foto: Wahida Rahmania Arifah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Malang patut berbangga. Pasalnya, desainer lokal bumi Arema berhasil menembus pasar mode internasional. Dialah Andy Sugix, desainer asal Malang yang karya busananya laris manis diboyong ke Hongkong. 

Ditemui MALANGTIMES, Andy menjelaskan busana karyanya yang berhasil memikat pasar Hongkong ialah kebaya kontemporer. Kebaya feminin dan glamour dengan aksen bordir dan payet mampu memikat pihak KBRI dan orang Indonesia di Hongkong.

"Saya baru pulang dari Hongkong. Alhamdulillah, semua baju yang saya bawa ke sana sold out. Pembelinya kebanyakan dari orang KBRI di sana karena lumayan banyak acara berbau Indonesia yang digelar. Terus juga orang Indonesia yang menikah dengan orang Hongkong," jelas desainer yang sepuluh tahun berkecimpung di dunia mode itu. 

Rancangan kebaya kontemporer Andy Sugix yang dibawa ke Hongkong berjumlah dua belas buah. Ciri khas kebaya karyanya ialah potongan yang menonjolkan aura seksi seorang wanita. 

Andy Sugix juga kerap membuat busana berekor panjang. Salah satu rancangannya bahkan memiliki panjang hingga tiga meter. "Untuk ekornya, saya pakai beberapa batik. Salah satunya ada batik Malangan," kata Andy. 

Meski tak menyebut batik Malangan yang dimaksud, Andy menjelaskan bila harga batik yang dipakai tidak terlalu mahal. "Saya dapat dari batik Malangan yang dijual pengrajin di Pasar Besar. Selain itu, beberapa tempat di Kabupaten Malang," ungkap dia. 

Batik karya Andy Sugix cenderung mengangkat warna-warna natural. Ia mencontohkan beberapa warna batik yang dibawa ke Hongkong ialah warna cokelat tua. 

Berapa harga kebaya kontemporer yang diusung Andy Sugix hingga laku keras di Hongkong itu? "Untuk satu bajunya, saya kasih harga dalam Dollar Hongkong dan kalau dirupiahkan bisa di kisaran Rp 7,5 sampai 8 juta," ungkapnya. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top