Dari Diamond ke Platinum, Bupati Malang Rendra Kresna Tingkatkan Status Kabupaten Terbaik dalam Indonesia's Attractiveness Awards

Bupati Malang Dr H Rendra Kresna selalu menekankan bahwa seluruh kerja keras dan dedikasi melayani masyarakat bukan diorientasikan sekadar untuk piala atau penghargaan, tapi untuk masyarakat. (Nana)
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna selalu menekankan bahwa seluruh kerja keras dan dedikasi melayani masyarakat bukan diorientasikan sekadar untuk piala atau penghargaan, tapi untuk masyarakat. (Nana)

MALANGTIMES - Indonesia's Attractiveness Awards yang digelar setiap tahun oleh Tempo Media Group bekerja sama dengan Frontier Consulting Group memberikan penghargaan kepada para kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia dalam bidang pertumbuhan investasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor pariwisata, serta kepuasan pelayanan publik. Tentu saja, penghargaan itu merupakan prestasi bergengsi.

Kabupaten Malang di bawah kepemimpinan Bupati Dr H Rendra Kresna sejak dua tahun lalu (2015 dan 2016) selalu menjadi nominator Kabupaten Terbaik dan Kabupaten/Kota Potensial Kategori Pariwisata. Bahkan, di rentang tahun tersebut, Rendra mampu mengerek nilai dan penghargaan yang diterimanya. Tahun 2015, Kabupaten Malang sebagai Kabupaten Terbaik di ranking delapan dengan nilai 76,82 dari 137 kabupaten/kota dan diganjar dengan penghargaan diamond.

Penghargaan tahun 2015 itu tidak membuat Rendra berpuas diri. Hanya berselang satu tahun, kerja keras dan dedikasinya sebagai kepala daerah yang memimpin wilayah terbesar kedua di Jawa Timur membuahkan hasil.  Tahun 2016, ketua DPW Partai NasDem Jatim ini diganjar platinum dengan nilai 80,54 sebagai Kabupaten Terbaik. Tidak berhenti di sana. Kabupaten Malang juga menembus tiga besar Kabupaten/Kota Potensial Kategori Pariwisata.

Penghargaan Indonesia's Attractiveness Awards yang dilakukan melalui pengukuran dan observasi atau survei ketat terhadap daya tarik setiap daerah di Indonesia telah menjadi ajang bergensi bagi seluruh kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

Namun, berkali-kali Rendra menyampaikan seluruh program kerjanya selama ini bukan untuk mengejar piala atau penghargaan, tapi lebih pada bagaimana mensejahterakan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap proses pembangunan. "Inti Madep Manteb Manetep adalah kemandirian, keterlibatan aktif dan kesejahteraan merata dalam masyarakat Kabupaten Malang dalam berbagai bidang pembangunan," kata Rendra dalam berbagai kesempatan dan kegiatan. "Penilaian atas kinerja Pemerintahan Kabupaten Malang, biarlah masyarakat dan pihak berkompeten yang menilainya," lanjut bupati yang dekat dengan masyarakatnya ini.

Dengan nilai-nilai tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang diapresiasi oleh berbagai pihak berkompeten, baik skala provinsi dan nasional, dari pemerintah pusat maupun kalangan profesional.

Masuknya Kabupaten Malang selama dua tahun berturut-turut serta mengalami peningkatan prestasi dalam  Indonesia's Attractiveness Awards ini mencerminkan berbagai program kerja berlangsung dengan baik dan tepat sasaran. Eksesnya adalah adanya pertumbuhan ekonomi, terciptanya lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan daerah, juga sekaligus bisa menaikkan tingkat konsumsi masyarakat. 

Dilansir dari web resmi Indonesia's Attractiveness Awards, penentuan nominasi kabupaten/kota dilakukan dengan tiga indikator ketat yang membuat ratusan kabupaten/kota gugur dalam tahap administrasi dan survei. Indikator tersebut adalah kontribusi PDRB terhadap PDRB provinsi di atas 25% atau PDRB di atas rata-rata PDRB koridor MP3EI, pertumbuhan PDRB lebih besar dari rata-rata pertumbuhan koridor MP3EI atau PDRB per kapita lebih besar dari rata-rata PDRB per kapita koridor MP3EI, dan kabupaten/kota yang tidak lolos indikator pertama dan kedua tetapi mendapatkan penghargaan IAA pada tahun 2015. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top