Penyuluh Pertanian Kabupaten Malang Ini Ajak Petani Manfaatkan Sabut Kelapa untuk Pupuk Organik

Tiga dari kiri (berjongkok). Ngatemo, POPT Dinas TPHP Kabupaten Malang Wilayah Kecamatan Pagelaran dan Gondanglegi bersama warga memanfaatkan sabut kelapa sebagai pupuk organik. (Nana/MalangTIMES)
Tiga dari kiri (berjongkok). Ngatemo, POPT Dinas TPHP Kabupaten Malang Wilayah Kecamatan Pagelaran dan Gondanglegi bersama warga memanfaatkan sabut kelapa sebagai pupuk organik. (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pohon kelapa merupakan tanaman tropis yang sudah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia.

Tapi, masyarakat umumnya masih terfokus pada pengolahan hasil daging buah sebagai hasil utamanya.

Sedangkan untuk industri yang mengolah hasil samping buah seperti air kelapa,   tempurung masih secara tradisional dan berskala kecil.

Bahkan untuk sabutnya yang merupakan bagian terbesar dari buah kelapa yaitu sekitar 35% dari bobot buah kelapa, kebanyakan dibuang dan menjadi limbah.

Hal inilah yang membuat Ngatemo, seorang Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang wilayah Kecamatan Pagelaran dan Gondanglegi, terusik untuk memanfaatkan sabut kelapa.

Menurutnya, sabut kelapa memiliki potensi besar sebagai bahan pembuatan pupuk organik selain dipakai untuk kerajinan atau hanya untuk dijadikan bahan bakar.

"Banyak orang tidak mengetahui dalam sabut kelapa itu terkandung unsur-unsur hara dari alam yang sangat dibutuhkan tanaman,"kata Ngatemo, Minggu (16/7/2017) kepada MalangTIMES.

Unsur hara dalam sabut kelapa  tertinggi  berupa Kalium (K), selain tentunya juga mengandung unsur-unsur lain seperti Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Natrium (Na) dan Fospor (P).  

Kalium seperti diketahui merupakan salah satu unsur yang diperlukan bagi tanaman golongan umbi-umbian, karena salah satu sifat positif dari kalium yaitu mendorong produksi hidrat arang. 

"Sabut kelapa apabila direndam airnya akan mengandung unsur kalium. Air ini sangat baik jika diberikan sebagai pupuk untuk tanaman seperti buah dan sayuran dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangannya,"terang Ngatemo.

Pupuk organik cair berbahan sabut kelapa ini, masih menurut Ngatemo, selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah juga membantu meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan kualitas produk tanaman, mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan sebagai alternatif pengganti pupuk kandang. 

"Keuntungan lainnya menggunakan pupuk cair sabut kelapa itu biaya produksi lebih sedikit karena tidak perlu keluar uang membeli pupuk KCl,"ujarnya.

Secara spesifik keunggulan pupuk organik cair sabut kelapa dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara.

Selain itu  meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit.

"Pertumbuhan cabang menjadi produktif, pembentukan bunga dan bakal buah meningkat serta mampu mengurangi gugurnya daun, bunga, dan bakal buah,"urai Ngatemo.

Pewarta : Nana
Editor :
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top