Kios Pertamini Menjamur, Bencana Mengancam (3)

Tidak Ada Satu pun Pertamini di Kota Malang yang Mengantongi Izin

Salah satu kios Pertamini di Kota Malang (Foto : Dok/MalangTIMES)
Salah satu kios Pertamini di Kota Malang (Foto : Dok/MalangTIMES)

MALANGTIMES – Tidak hanya berbahaya karena tidak memiliki standart keamanan seperti yang diterapkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertamini dalam prakteknya di Kota Malang juga tidak mengantongi izin.

Hal ini ditegaskan Kepala Bidang Pelayanan Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Malang Iwan Rizali.

Menurutnya, sampai saat ini tidak ada satu pun pemilik Pertamini di Kota Malang yang mengurus izin, khususnya izin gangguan (HO).

"Setahu saya sampai sekarang pemilik Pertamini belum mengurus izin. Pada izin ini wajib bagi siapapun yang akan menjalankan usaha," kata Iwan kepada MalangTIMES, belum lama ini.

Iwan menerangkan izin yang wajib dimiliki pengelola Pertamini adalah izin tempat dan izin gangguan (HO).

"Mereka harus mengajukan izin tempatnya dulu, apakah memakan badan jalan atau tidak. Lalu, izin gangguan orang sekitar dengan tanda tangan," terangnya.

Iwan menjelaskan izin pemilik Pertamini sudah diatur dalam undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Undang-undang ini mengatur siapapun yang menjalankan bisnis penjualan BBM dan tidak memiliki izin diancam dengan hukuman pidana.

"Jadi di Kota Malang tak ada satu pun yang mempunyai izin resmi. Jangankan izin, surat pengajuannya sampai saat ini belum ada yang masuk. Kalau terkait sanksi, ada dinas terkait yang mengurusnya,” tegasnya.

Pertamini yang kerab dijumpai di perkampungan, lanjutnya, sebenarnya harus dilengkapi perangkat keamanan yang cukup sesuai standart. Sebab, tandon atau tangki bahan bakar minyak (BBM) berisi sedikitnya 200 liter bensin jenis Pertamax dan Pertalite itu sangat rawan terbakar dan membahayakan warga sekitar.

“Kalau SPBU InsyaAllah sudah terjaga keamanannya lantaran sudah memiliki alat dan sistem proteksi kebakaran berbasis teknologi yang mendeteksi asap, panas dan suhu,” pungkasnya.

Pewarta : imam syafii
Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top