Garam di Kota Malang Langka Sejak Lebaran, Harga Merangkak Naik

Ilustrasi (MalangTIMES)
Ilustrasi (MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sejak Hari Raya Idul Fitri 1438 H beberapa waktu lalu, kelangkaan garam di Kota Malang masih terasa sampai saat ini. Langkanya garam tersebut mengakibatkan harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Harga di pasaran, untuk garam non yodium, sebelumnya hanya Rp 1.300 per bungkus, kini naik Rp 700 menjadi Rp 2.000 per bungkus.

Sementara itu, untuk garam beryodium, ada kenaikan Rp 1.000 per bungkus menjadi Rp 3.500 per bungkus.

Fatahilah Rozak (30), salah satu pedagang garam di Pasar Besar Kota Malang mengatakan, langkanya garam akibat pasokan stok yang terbatas ini, selain menyebabkan harganya melambung, juga mengakibatkan beberapa pedagang makanan yang mennggunakan garam harus gigit jari.

"Banyak yang nggak dapat, dan harus nyari di tempat-tempat lain, garam kan juga penting buat yang jual makanan," tandasnya.

Kelangkaan ini, bahkan tidak terjadi pada satu jenis garam saja, namun terjadi pada semua jenis garam seperti garam jenis grasak, garam beryodium maupun non yodium.

"Sampai saat ini, stok yang didapat mulai habis, bahkan sebelumnya malahan beberapa hari nggak ada sama sekali, pesan ke agen datangnya juga lama, padahal biasanya langsung datang,"ungkapnya

Karenanya, ia meminta kepada pihak terkait, untuk segera mengatasi kelangkaan garam ini, mengingat garam sangat penting juga untuk kebutuhan sehari-hari.

"Ya semoga pemerintah segera mengatasi, masak mau langka terus. Sudah banyak warga yang nyari,"pungkasnya. 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top