Panglima TNI : Ulama yang Ingin Mengubah Pancasila Itu Pasti Titipan Negara Lain

Panglima TNI RI Jenderal Gatot Nurmantyo, mengatakan ulama yang ingin merubah Pancasila adalah ulama yang dititipkan negara lain untuk memghancurkan Indonesia, Minggu (16/07) di PP An-Nur Al Murtadlo. (Nana/MalangTIMES)
Panglima TNI RI Jenderal Gatot Nurmantyo, mengatakan ulama yang ingin merubah Pancasila adalah ulama yang dititipkan negara lain untuk memghancurkan Indonesia, Minggu (16/07) di PP An-Nur Al Murtadlo. (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran para kyai, ulama dan santri yang secara langsung ikut serta dalam perjalanan bangsa dan negara.

Bahkan, peran para kyai, ulama dan santri yang dominan mengusir penjajah dan memerdekaan Indonesia ini tercatat dengan tinta emas bangsa.

Semboyan negara ini adalah milik kita bersama, bukan milik satu golongan, agama tertentu, atau partai politik yang marak saat itu, yang kini kembali digaungkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara Halal Bihalal di Pondok Pesantren (PP) An-Nur Al Murtadlo, Bululawang. Minggu (16/7/2017).

Dengan melihat sejarah dan ketulusan perjuangan kaum ulama dan santri saat itu untuk mempersatukan berbagai suku, agama, bahasa yang ada di nusantara mendapatkan kemerdekaan dalam naungan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, menurut Panglima TNI, menjadi kontradiktif kalau ada ulama yang ingin merubahnya.

"Ini pasti ulama titipan negara lain yang ingin menghancurkan Indonesia,"tegas Gatot Nurmantyo dalam orasi ilmiahnya dihadapan puluhan ribu santri dan tamu undangan.

Pernyataan tegas Panglima TNI didasarkan pada beberapa organisasi massa (ormas) yang dalam beberapa tahun ini telah mewarnai gejolak di Indonesia dan mengusung ideologi negara Islam yang menafikan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Keberadaan ormas tersebut yang mengusung berbagai atribut keislaman inilah yang oleh Gatot disebut sebagai orang-orang yang disusupkan dalam upaya memecahbelah persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Sejarah penyebaran islam di nusantara oleh para Wali Songo tidak dengan metode kekerasan dan mengafirkan manusia lainnya. Tapi melalui kesabaran dan tidak meresahkan masyarakat,"ujar Gatot.

Metode Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa dan nusantara mengajarkan kelembutan dan kepaduan dengan kultur masyarakat setempat.

"Jadi kalau ada ulama yang ingin mengganti Pancasila juga dipastikan tidak belajar keislaman Wali Songo," imbuh Gatot yang juga mengatakan bahwa Indonesia akan di Suriah-kan oleh golongan mereka.

Ulama Indonesia tidak pernah mengajarkan islam dengan wajah kekerasan apabila membuat masyarakat berhadap-hadapan dan siap saling perang.

Afrika Selatan adalah contoh bagaimana ulama Indonesia menyebarkan ajaran Islam dengan kelembutan pada masyarakatnya disana.

Tercatat, Syech Yusuf, salah satu ulama Indonesia yang berhasil mengislamkan masyarakat Afrika Selatan dengan cara Rasulullah dan Wali Songo. Bahkan karena kiprahnya Syech Yusuf dijadikan pahlawan di Afrika Selatan.

"Masyarakat di sana bahkan mengatakan bersyukur islam disebarkan oleh ulama Indonesia bukan dari Arab,"ujar Gatot yang kembali menegaskan Indonesia utuh sampai saat ini karena Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang disepakati oleh kaum ulama dan nasionalis masa lalu sebagai dasar bernegara dan berbangsa.

 

Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top