Mahasiswa Teknik Bangunan UM Berhasil Olah Buah Klerak Jadi Bahan Bata Beton Ringan

Para mahasiswa Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang (UM) yang berhasil membuat inovasi dengan mengolah buah klerak menjadi bahan pembuatan beton (Foto : Istimewa)
Para mahasiswa Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang (UM) yang berhasil membuat inovasi dengan mengolah buah klerak menjadi bahan pembuatan beton (Foto : Istimewa)

Efek rumah kaca, kebutuhan akan hunian dan meningkatnya bahan bangunan merupakan masalah yang dewasa ini sedang gencar-gencarnya dicanangkan solusinya.

Banyak pihak tertarik untuk ikut andil dan berperan menekan pemanasan global, tak terkecuali Reksi Syahputra, mahasiswa yang tergelitik untuk menyelamatkan bumi melalui bidangnya dibangku kuliah.

Ya, mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Malang ini mengolah buah klerak menjadi busa (foam) dalam pembuatan bata beton ringan.

Umumnya busa klerak digunakan sebagai detergen pencuci baju, kali ini ia menjajalnya sebagai pengganti foam agent dengan menambah fly ash yang dapat mengurangi komposisi semen pada pembuatan bata beton ringan.

Sebagai upaya penyelamatan bumi, penambahan fly ash dapat menekan produksi semen yang dalam produksinya melepaskan gas CO2 atau gas rumah kaca ke udara yang berperan lebih dari 60% dari total gas rumah kaca saat ini.

Sejalan dengan menekan kontribusi gas CO2, Penggantian Busa alami dari buah Klerak dari busa buatan dari foam agent dapat meningkatkan penanaman tumbuhan lerak yang hari ini sudah mulai jarang ditemui, juga tak lain sebagai penghijauan untuk meningkatkan kadar oksigen.

Proses pengolahan sampai menjadi busa yang siap digunakan yaitu pertama, memilah dan memilih buah klerak yang bagus (warna kehitaman).

Kedua, kupas buah klerak dan keluarkan isinya. Ketiga, merendam dalam air panas selama 24 jam. Keempat, meremas-remas buah klerak dan dibuang buahnya sehingga menjadi sari buah klerak yang siap digunakan sebagai busa.

Gagasan ini lolos dalam Progam Kreativitas Mahasiswa bidang penelitian eksakta didanai Dikti tahun 2017 bersama dua teman lainnya yaitu Frengky Mahendra dan Kyky Sunaryo..

Sebagai ketua kelompok, Reksi menaruh harapan penelitian ini sampai pada tahap final dan tujuan penelitian ini tepat sasaran, yaitu masyarakat luas dapat menerima dan menggunakan metodenya sebagai bahan pembuat dinding yang ramah lingkungan. Dengan begitu upayanya mengurangi pemanasan global akan berjalan.

Editor :
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top