Wisata Edukasi Dunia Ada Juga Lho di Kabupaten Malang

Monumen Pramuka Dunia di Desa Lebakharjo, Ampelgading, sebagai petanda desa ini memiliki jejak sejarah kepramukaan yang mendunia dan satu-satunya desa pramuka di Indonesia. (Istimewa)
Monumen Pramuka Dunia di Desa Lebakharjo, Ampelgading, sebagai petanda desa ini memiliki jejak sejarah kepramukaan yang mendunia dan satu-satunya desa pramuka di Indonesia. (Istimewa)

MALANGTIMES - Mungkin bagi kebanyakan wisatawan yang berparadigma bahwa tempat wisata hanya sekadar berupa pantai dan gunung, kini saatnya memperkaya jelajahnya di ruang lain. Misalnya yang ada di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Desa yang memiliki ketinggian rata-rata 5–50 meter di atas permukaan laut serta luas desa mencapai 802.164 ha yang dikelilingi banyak gunung dan bukit ini menawarkan wisata berbeda dibandingkan dengan yang biasanya dinikmati wisatawan.

Salah satu wisata yang paling terkenal di Desa Lebakharjo adalah tempat edukasi wisata perkemahan pramuka yang tidak saja dikenal di Indonesia, tetapi juga di mata dunia. Moncernya Lebakharjo sebagai desa pramuka dunia bukan sekadar tempelan  yang bersifat material atau bangunan khas kepramukaan saja, tetapi juga kultur masyarakatnya yang hidup dan terjaga sampai saat ini.

Keramahan yang tulus dibalut rasa persaudaraan melekat di tiap penduduk Lebakharjo. Siapa pun yang datang ke desa itu akan menemui keakraban warganya. Tanyakan mengenai kepramukaan, maka warga Lebakharjo akan menjawabnya dengan lancar dan benar.

"Semua warga di sini sangat hafal berbagai istilah pramuka, Mas. Yang namanya regu, barung, sangga, reka, ambalan, pasukan, ngelontok di luar kepala. Pokoknya, kepramukaan melekat erat dalam darah daging mereka," kata Wiyadi, kepala Desa Lebakharjo, beberapa waktu lalu.

Sebagai desa surganya pramuka, Lebakharjo memang memiliki jejak sejarah panjang dalam kepramukaan. Dimulai tahun 1978, Lebakharjo dijadikan tempat Perkemahan Wirakarya Pramuka Kawasan Asia-Pasifik  (Aspac) I dan dibuka secara langsung oleh Presiden Soeharto.

Setelah sukses menggelar acara yang melibatkan peserta se Asia-Pasifik, dari tanggal 17 Juni sampai 7 Juli 1989, digelar lagi Perkemahan  Wirakarya (PW) dan Perkemahan Bakti (PB) Asia Pasific Scout Competition on Habitat. Kegiatan itu semakin menguatkan Lebakharjo sebagai desa pramuka satu-satunya di Indonesia dan tercatat dalam buku kepanduan dunia.

"Tahun 1993, Perkemahan Comdeca (Community Development Camp) sedunia digelar dan semakin mengukukuhkan Lebakharjo sebagai desa pramuka dunia," ungkap Wiyadi yang masih mengingat desanya sebelum menjadi  tuan rumah PW Aspac 1978.

Dulu, Lebakharjo terisolasi dari desa lainnya. Jalan ke arah Malang harus dilalui jalan kaki karena tanjakan yang curam dan tebing dalam. Sungai Glidik yang berpangkal dari Gunung Semeru selalu membawa lahar dingin yang memindahkan aliran airnya ke kiri atau ke kanan. 

"Tidak ada listrik, sanitasi sangat buruk dan hasil pertanian sering membusuk karena tidak ada transportasi," ungkap Wiyadi yang juga mengenang kesehatan warga rendah dan pendidikan tidak tersentuh. "Pokoknya penduduk Lebakharjo saat itu seperti suku terasing,"imbuhnya.

Kini, gambaran muram tersebut sudah sirna di Desa Lebakharjo. Lewat kegiatan pramuka, seluruh peserta se-dunia bersama-sama warga membangun desa yang memiliki destinasi wisata Pantai Batu Licin nan sangat eksotik itu.

Maka, benar apa yang dikatakan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna. Dia mengatakan, untuk dapat membangun masyarakat, memang diperlukan biaya yang sangat besar, di samping berbagai keterampilan. Tetapi, modal yang paling utama adalah kemauan dan kesanggupan anggota masyarakat itu sendiri untuk bersama-sama membangun dirinya serta membangun masa depan yang lebih baik. 

"Desa Lebakharjo telah membuktikannya melalui filosofi membangun kehidupan berdasarkan prinsip pramuka sebagai kawah candradimuka penggemblengan sikap, semangat dan jiwa yang berdasarkan Pancasila,"ujar Rendra. 

Jejak sejarah kepramukaan sejak zaman dulu masih berdiri gagah di Desa Lebakharjo. Jalan-jalan gang memakai istilah pramuka seperti jalan siaga, jalan penggalang ramu, jalan penegak, dan jalan pembina. Di pojok jalan terpampang berbagai Tugu Dasadarma dan Pancasila di pojok jalan. Monumen pramuka dan  rumah singgah Presiden Soeharto juga terawat dengan baik. Pun logo  PW Aspac dan Comdeca di tembok sekolah yang didirikan sejak adanya kegiatan Aspac dulu masih terlihat dengan jelas. (*)

Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher : Raafi Prapandha

  • Lagi Tren, Street Wear Adu Warna-Warna Ini

    Pernah dengar istilah hijab street wear? Maknanya adalah padu padan busana yang kamu punya. Pun untuk hijab. Street wear juga membebaskan kamu berkreasi. Umumnya street wear diterapkan di negara-negara maju akan mode sebut saja Jepang dan Perancis. Di neg

  • Pelatih Sriwijaya FC : Kami Bermasalah di Babak Kedua, Arema Bermain Efektif

    Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengakui kekalahan timnya usai dipermalukan 3-0 oleh Arema FC ketika bermain di Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu (21/7/2018).

  • Serunya Petik Sayur Hidroponik di Kota Batu

    Pertanian hidroponik menjadi salah satu alternatifbercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Tak terkecuali di Kota Batu. Di Kota Dingin ini, masyarakat pun pun bisa membeli sayur pada pertanian hidroponik dengan memetik sendiri.

  • Tiga Tradisi Ini Hanya Ada Di Malang, Apa Saja?

    Untuk menjaga tradisi leluhur, Indonesia kerap melaksanakan berbagai macam tradisi untuk terus melestarikannya. Ada banyak hal yang menjadi latar belakang selain hanya melestarikan tradisi, salah satunya adalah menjaga kesakralan wilayah tersebut.

  • Batu Secret Zoo Bakal Miliki Bayi Gajah Lagi

    Setelah kelahiran gajah Sumatera bernama Lili, koleksi Batu Secret Zoo bakal bertambah lagi. Ya saat ini gajah Sumatera Batu Secret Zoo Jawa Timur Park 2 bernama Nazumi sedang mengandung.

  • Kartunis Buat Ilustrasi Merinding Abad Ini, Disaksikan 3 Juta Pasang Mata

    Seorang kartunis bernama Gunduz Agayev membuat warganet tercengang. Tak kurang dari 3,5 juta orang menyaksikan potret yang dilukiskan Agayev lewat ilustrasi yang ia buat. Kartunis asal Azerbaijan itu membuat beragam gambar yang menyindir kondisi dunia sa

  • Belum Semua Aset Pemkot Malang Tersertifikasi Jadi Celah Pindah Tangan

    Kasus penjualan tanah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Malang seperti yang tengah ditangani kejaksaan negeri (kejari) memang rentan terjadi. Pasalnya, sebagian besar aset pemkot saat ini belum memiliki kekuatan hukum berupa sertifikat. Menurut Sekretaris Dae

  • Wali Kota Malang Bakal Sidak Mobil Para ASN, Ada Apa?

    Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang, Sutiaji, mengungkapkan, terkait upaya untuk menekan volume sampah di Kota Malang, pihaknya juga bakal berencana melakukan sidak pada masing-masing mobil dinas yang dipakai oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko

  • Hajar Sriwijaya di Palembang, Arema Duduki Posisi 11

    Arema membuktikan janji untuk merebut kemenangan di kandang Sriwijaya FC Palembang. Dalam laga pekan ke-17 Liga 1 yang digelar di Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu (21/7/2018) sore, Arema membawa pulang tiga poin.

  • Muda-Mudi Indonesia Demam Keke Challenges, Youtuber Ria Ricis Unjuk Aksi

    Setelah mannequin challenge, kini ada lagi satu challenge yang sedang populer di Indonesia. Challenge satu ini banyak dikenal dengan istilah ‘keke challenge’. Keke challenge merupakan sebuah aksi tarian di luar mobil yang sedang berjalan.

  • Saingi Toko Modern, Tiap Tahun Ada Permak Pasar Tradisional

    Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang mengagendakan revitalisasi 22 pasar dari total 28 pasar rakyat yang ada di Kota Malang. Hal ini tentunya untuk semakin meningkatkan daya saing pasar rakyat di Kota Malang dengan menjamurnya toko-toko modern yang saat

  • 281 CJH Kota Batu Berangkat, 134 Risiko Tinggi dan 1 Gagal Naik Haji

    Sebanyak 281 calon jamaah haji (CJH) Kota Batu diberangkatkan menuju tanah suci dari masjid Kementerian Agama Kota Batu di Jl Sultan Agung, Sabtu (21/7/2018). Isak tangis keluarga melepas kepergian sanak saudara maupun orang tua pun melebur dalam pemberan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top