Pesona Pantai Balekambang Siap Menyihir Wisatawan

Lanskap Pantai Balekambang di sore hari membuat siapapun akan takjub menatapnya. Langit menyepuh lautan dengan warna senja yang mampu menyihir wisatawan (PD Jasa Yasa for MALANGTIMES)
Lanskap Pantai Balekambang di sore hari membuat siapapun akan takjub menatapnya. Langit menyepuh lautan dengan warna senja yang mampu menyihir wisatawan (PD Jasa Yasa for MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Berbagai fasilitas yang telah ada dan penambahan sarana di Pantai Balekambang yang terletak di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, atau terletak sekitar 60 km di sebelah selatan Kota Malang ini, siap menyihir wisatawan. 

Akses menuju pantai yang mulus dengan gerojokan anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) serta segarnya udara di sepanjang perjalanan semakin memudahkan wisatawan menuju eksotisme Balekambang.

"Dengan segala fasilitas dan gencarnya promosi pariwisata sebagai bagian pilar pembangunan Kabupaten Malang, saya yakin wisatawan akan memenuhi wisata Balekambang," kata Dwi Hari Cahyono, Direktur Utama PD Jasa Yasa, Senin (26/06) kepada Malang TIMES, Media Online berjejaring terbesar di Indonesia.

Lautan yang terlihat berwarna biru nan cantik, deburan ombak serta panorama khas pantai langsung menyambut siapapun yang datang, ketika sudah dekat dengan Pantai Balekambang. 

Suasana khas pantai yang tenang dan pesisir yang bersih, plus dengan bonus beberapa pulau yang menjadi ciri khas Balekambang, seperti Pulau Wisanggeni, Pulau Anoman, dan Pulau Ismoyo, yang masing-masing pulau dihubungkan dengan jembatan, membuat pengunjung mengalami secara langsung lengkapnya keindahan di pantai yang sudah warga lokal sejak tahun 1978-an.

Selain keindahan alamnya, Balekambang yang merupakan laut selatan, juga menyimpan cerita dan mitos yang sampai saat ini diyakini masyarakat.

Sebagai wilayah kekuasaan Nyi Roro Kidul, pantangan memadu cinta yang bukan muhrimnya karena akan mengundang murka penguasa pantai selatan, masih sering didengungkan masyarakat lokal.

Lepas dari mitos tersebut, masyarakat lokal juga mempercayai bahwa Syaikh Abdul Jalil, seorang ulama yang dipercaya berasal dari Yogyakarta adalah orang pertama yang membuka hutan di pantai Balekambang ini.

Saat ini, makam Syaikh Abdul Jalil yang berlokasi sekitar 1 kilometer dari Pantai Balekambang, rajin diziarahi oleh umat muslim dari berbagai daerah. 

"Pada bulan Suro/Muharram, jumlah jamaah yang berkunjung baik untuk memperingati tahun baru hijriyah maupun wisatawan biasa yang ingin menyaksikan prosesi ‘Suroan’ melonjak.

Ini juga nilai tawar Balekambang dalam konteks pariwisata,"ujar Dwi yang menambahkan pada Hari Raya Nyepi, pantai ini juga lebih ramai dari hari – hari biasa, karena umat Hindu melakukan upacara atau prosesi di Pura Amarta Jati yang terletak di Pulau Ismoyo. 

Editor :
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top