Sidak Makanan Berbahan Babi, Disperindag Jatim Datangi Enam Toko di Kota Malang

Tim Pengawas Barang Beredar dan Jasa Disperindag Provinsi Jatim UPT Perlindungan Konsumen Kota Malang saat melakukan sidak mie instan Sam Yang di Supermarket Lai Lai di Jalan Arjuno, Klojen, Kota Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Tim Pengawas Barang Beredar dan Jasa Disperindag Provinsi Jatim UPT Perlindungan Konsumen Kota Malang saat melakukan sidak mie instan Sam Yang di Supermarket Lai Lai di Jalan Arjuno, Klojen, Kota Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beredarnya makanan Mie Instan Sam Yang asal Korea Selatan yang terbukti setelah diteliti mengandung unsur babi dan tersebar di pusat perbelanjaan di Kota Malang langsung ditindaklanjuti Tim Pengawas Barang Beredar dan Jasa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di enam toko yang ada.

Dalam sidak tersebut, tim pengawas tak menemukan produk yang dimaksud, namun tetap mengambil beberapa sample makanan untuk dibawa dan diuji di Disperindag Provinsi Jatim.

Tim Pengawas Barang Beredar dan Jasa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim UPT Perlindungan Konsumen Kota Malang, Yayuk Sri Hartini menjelaskan kegiatan ini rutin digelar Disperindag di delapan wilayah kerja di Jawa Timur untuk memantau makanan dan barang beredar di pasaran.

"Sebenarnya kami ke sini fokus untuk pengawasan barang dan makanan impor saja," kata Yayuk Sri Hartini kepada MalangTIMES di sela-sela  melakukan pengawasan makanan impor di Supermarket Lai-Lai Jalan Arjuno Nomor 36, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (20/6/2017).

Disinggung terkait temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI terhadap Mie Instan Sam Yang yang mengandung babi tersebut, pihaknya berjanji akan langsung menarik dan mengembalikan produk tersebut kepada eksportirnya jika masih ada toko yang menjual produk yang dimaksud.

"Kami di sini juga melaksanakan pengawasan sesuai tupoksi di Disperindag Jatim. Kalau di suprermarket di Kota Malang ditemukan Mie Sam Yang yang masih display, pasti kami tarik. Saya lihat di sini sudah tidak ada mie yang dimaksud," tegasnya.

Yayuk menerangkan pemantauan dan pengawasan yang ia lakukan meliputi 8 wilayah pengawasan makanan di antaranya kabupaten/kota Malang, kabupaten/kota Pasuruan, kabupaten/kota Blitar, Kota Batu, dan Tulungagung.

Disamping itu tim pengawas juga melakukan pengecekan makanan snack ringan impor asal Malaysia untuk pendataan label seri nomor BPOM RI-nya.

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top